Sandiaga Uno: Pemulihan Pariwisata Tergantung Keberhasilan Penanganan Covid-19

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis
Jum'at 19 Februari 2021 04:01 WIB
Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Okezone.com/Heru Haryono)
Share :

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, menekankan penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE ketat dan disiplin serta diimbangi dengan testing, tracing dan treatment (3T).

Hal tersebut menjadi kunci utama membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Terutama di Bali yang merupakan lokomotif pariwisata nasional.

Sandiaga dalam rakor virtual dengan Kemenko Maritim dan Investasi bertajuk 'Penanganan Pandemi Covid-19 dan Pemulihan Kepariwisataan di Provinsi Bali', Kamis 18 Februari 2021 mengatakan, proyeksi pertumbuhan pariwisata Bali di tahun 2021 masih akan sangat bergantung dengan penanganan Covid-19.

Penerapan protokol kesehatan yang ketat menurutnya akan menurunkan angka penyebaran Covid-19, sehingga berbagai program pemulihan yang disiapkan pemerintah bisa berjalan.

"Pertumbuhan ekonomi Bali pada kuartal ke-4 tahun 2020 minus 12 persen, dan kumulatif pada 2020 minus 9,31 persen. Dan proyeksi pemulihan pariwisata ini akan bergantung sekali pada kasus Covid-19. Jika kita bisa single atau double digit (angka penularan kasus Covid-19) tentu akan sangat luar biasa sehingga akan membangun confidence to travel dari wisatawan," kata Sandiaga dalam siaran pers yang diterima MNC Portal.

Baca juga: Alami Koma, Pramugari Ini Klaim Lihat Siksa Neraka


(Foto: Instagram/@sandiuno)

Hadir dalam rakor tersebut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, juga Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra.

Lebih lanjut Sandiaga mengatakan, penerapan protokol kesehatan ketat menjadi hal utama yang harus dijalankan dalam upaya menekan penyebaran Covid-19. Ia pun mendukung tindakan tegas yang diambil Pemerintah Provinsi Bali serta pihak-pihak terkait terhadap wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara yang masih tidak mengindahkan protokol kesehatan.

Sejak pelaksanaan PPKM Mikro pada 9-17 Februari 2021 di Bali, ada 2.658 orang yang dinyatakan positif Covid-19.

"Tidak usah khawatir saat menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan disiplin. Wisatawan yang datang ke Bali justru menyambut baik penerapan protokol kesehatan agar bisa terjamin keamanannya saat berwisata," tuturnya.

Baca juga: Masjid Agung Djenne, Bangunan Megah Berbahan Lumpur Terbesar di Dunia

Pada kesempatan itu Sandi juga menyampaikan berbagai program yang akan dijalankan Kemenparekraf/Baparekraf dalam pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Mulai dari usulan program pinjaman lunak (soft loan) dengan total Rp9,4 triliun, peningkatan, dan perluasan dana hibah pariwisata, program padat karya untuk desa wisata, juga prioritas vaksin bagi masyarakat pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali serta Bali Tourism Free Covid Corridor.

"Sebanyak 80 persen masyarakat Bali bergantung pada pariwisata dan ekonomi kreatif. Mudah-mudahan dengan strategi pemulihan ini bisa kita lihat pertumbuhan ekonomi di Bali pada kuartal ketiga dan keempat," terang dia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya