Dampak Diterima Singapura jika Larang Masuk Pelancong Indonesia dan India

Fatha Annisa, Jurnalis
Jum'at 19 Februari 2021 09:00 WIB
Singapura (stutterstock)
Share :

Seorang pekerja rumah tangga asing berusia 34 tahun dari Indonesia adalah satu-satunya kasus COVID-19 yang diimpor Singapura pada hari Selasa (16 Februari).

Berdasarkan laporan dari TODAY, ini adalah jumlah terendah untuk kasus impor yang dilaporkan sejak 2 November, yang mencatat satu infeksi.

Kementerian kesehatan mengatakan bahwa pemegang izin kerja telah diberitahukan untuk tinggal di rumah setelah kedatangannya di Singapura pada 2 Februari. Ia menjalani serangkaian tes COVID-19 saat menjalani karantina. Tes serologi perempuan tersebut positif, tandanya ia seperti terinfeksi di masa lalu.

 

“Namun, karena dia tidak menjalani tes serologi saat tiba di Singapura, kami tidak dapat menyimpulkan secara pasti bahwa dia tidak lagi menular ketika dia tiba … Sebagai tindakan pencegahan, kami akan mengambil semua tindakan kesehatan masyarakat yang diperlukan,” kata Kementerian Kesehatan.

Mulai 5 Februari, izin kerja yang baru tiba dan pemegang S-Pass di sektor konstruksi, kelautan dan proses, yang memiliki riwayat perjalanan baru-baru ini ke negara dan wilayah berisiko tinggi diwajibkan untuk menjalani Polymerase Chain Reaction (PCR) saat kedatangan dan tes serologi.

Singapura mencatat ada 59.810 infeksi COVID-19, sementara 59.661 orang telah pulih sepenuhnya dan dipulangkan, termasuk 20 orang pada Selasa. 30 pasien di rumah sakit, termasuk satu dalam perawatan intensif dan 90 pasien lainnya diisolasi di fasilitas komunitas untuk gejala ringan atau secara klinis baik, tetapi dinyatakan positif COVID-19. 29 orang meninggal karena komplikasi akibat penyakit tersebut.

(Salman Mardira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya