Potret Imlek Tanpa Pesta di China

Antara, Jurnalis
Minggu 14 Februari 2021 19:04 WIB
Dua trem di Qianmen, Beijing, China merana menunggu penumpang (Antara/Irfan)
Share :

Penurunan signifikan jumlah penumpang itu terjadi di beberapa kota besar. Dalam 15 hari terakhir, hanya ada 147.700 pemudik yang menggunakan jasa kereta api dari Beijing ke berbagai daerah.

Menjelang Imlek tahun lalu, masih ada kepadatan kereta metro (subway) oleh para penumpang dengan banyak barang bawaan menuju Stasiun Beijing dan Stasiun Beijing Nan untuk ganti kereta reguler dan kerete cepat menuju berbagai daerah di barat, tengah, timur, dan selatan China.

Padahal semua pekerja sektor transportasi di China sudah menerima vaksinasi massal sejak 1 Januari 2021 guna menghadapi ledakan pemudik Imlek. Bahkan operator kereta api juga telah menyiapkan sarana dan prasarananya karena diperkirakan akan ada ratusan juta orang pemudik.

Ternyata imbauan agar tidak keluar daerah guna menghindari meluasnya wabah COVID-19 gelombang kedua bukan satu-satunya faktor yang menekan Chun Yun pada titik terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Cuaca ekstrem di berbagai daerah salah satunya. Sebanyak 18 provinsi dan kota setingkat provinsi di China bakal dilanda cuaca ekstrem selama beberapa hari ke depan.

Data Badan Metereologi China, Kamis (11/2), menyebutkan bahwa pada 12-14 Februari sebanyak 11 provinsi dan kota setingkat provinsi, seperti Beijing, Tianjin, Hebei, Shanxi, Mongolia Dalam, Xinjiang, Ningxia, Gansu, Heilongjiang, Jilin, dan Liaoning akan terkena dampak gelombang dingin dengan penurunan suhu 4-10 derajat Celcius disertai angin yang berhembus dari utara berkekuatan 4-6 kilometer per jam.

Di beberapa daerah di wilayah utara daratan Tiongkok itu kemungkinan juga bakal terjadi hujan salju dengan intensitas rendah hingga tinggi dan hujan es.

Pada 15-16 Februari, temperatur udara juga akan mengalami penurunan drastis di Shanghai, Zhejiang, Jiangsu, Anhui, Jiangxi, Henan, dan Shandong.

Di kota dan provinsi di wilayah timur tersebut ditambah di selatan, seperti Fujian, Guangdong, dan Guangxi bakal dilanda hujan lebat.

Sementara di daerah tengah, seperti Hubei, Hunan, Sichuan, dan Chongqing serta sebagian wilayah utara dan timur bakal berkabut dengan jarak pandang yang sangat rendah, kurang dari 200 meter.

Oleh karena itu, beberapa pekerja migran dari berbagai daerah memilih bertahan di Beijing daripada perjalanannya terhambat cuaca dan terkena aturan prokes yang sangat ketat.

"Tahun ini saya pilih tidak mudik. Di Beijing saja," kata seorang staf MFA biasanya setiap Chun Jie pulang ke kampung halamannya di Provinsi Henan.

(Salman Mardira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya