November 2020 para pejabat setempat menyimpulkan bahwa kepala babi dari Amerika Utara telah menginfeksi dua orang pekerja, setelah menemukan virus yang mirip secara genetik di tanah di mana kepala babi secara tidak sengaja terjatuh. Di satu sisi, pihak CDC Tianjin tidak mengatakan apakah kepala babi itu dinyatakan positif terkena virus atau tidak.
Peneliti virus mengatakan, mungkin saja para pekerja bisa terinfeksi ketika melakukan proses pengemasan yang telah terpapar partikel droplet dari orang yang sakit batuk dan bersih di negara lain. Tapi, peluang ini dikatakan sangat rendah.
Sekadar informasi, data statistik China pada Januari 2021 menunjukkan hanya sekitar 0,36 dari setiap 10.000 sampel yang diambil dari makanan atau kemasannya yang dinyatakan positif terkena virus. Dengan catatan, "positif" ini tidak selalu berarti cukup kuat untuk bisa menginfeksi seseorang.
(Martin Bagya Kertiyasa)