SAKIT punggung ternyata bisa dipengaruhi keadaan emosi. Hal ini sebagaimana diungkapkan para ahli. Mereka menyatakan emosi negatif dapat memengaruhi nyeri punggung bawah dan berhipotesis bahwa menenangkan diri adalah obat yang lebih baik daripada obat penghilang rasa sakit.
Keadaan emosi yang bisa meningkatkan risiko sakit punggung menjadi kronis meliputi percaya bahwa rasa sakit dan aktivitas itu berbahaya. Ini merupakan keyakinan seseorang, tetapi bisa diperkuat oleh anggota keluarga yang berusaha melindungi mereka.
Baca juga: Sakit Pinggang Tak Kunjung Sembuh, Coba Cek Bamboo Spine Bukan
Selain itu, tindakan negatif dapat memperkuat keyakinan bahwa seseorang sedang tidak sehat, misalnya berbaring di tempat tidur untuk waktu lama. Memiliki suasana hati yang rendah atau negatif, depresi, kecemasan atau stres. Memiliki harapan rendah tentang seberapa baik pengobatan akan berhasil.
Faktor lainnya berupa mengandalkan terlalu banyak pada perawatan pasif atau tidak mengharapkan seseorang melakukan apa pun, seperti obat penghilang rasa sakit, kompres panas dan dingin, pijat dan elektroterapi. Orang dapat mencari dukungan psikologis untuk membantu pemulihan punggung mereka.
National Health Service (NHS) merekomendasikan untuk mencoba terapi perilaku kognitif (CBT) yang bisa menjadi bagian pengobatan berguna jika seseorang sedang berjuang untuk mengatasi rasa sakit. CBT, bersama dengan teknik kesadaran, telah terbukti membantu sakit punggung kronis.
Seperti dilansir laman Express, dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Jama Network mengungkap perbandingan efek pengurangan stres berbasis kesadaran dengan terapi perilaku kognitif pada nyeri punggung.
Baca juga: Nyeri Pinggang Tak Sembuh-Sembuh, Bisa Jadi Penyakit Autoimun Lho
Daniel C Cherkin PhD dari Group Health Research Institute Seattle dan rekannya secara acak menugaskan 342 orang dewasa berusia 20 hingga 70 tahun dengan nyeri punggung bawah kronis untuk menerima MBSR, terapi perilaku kognitif, atau perawatan biasa.
Studi tersebut mencatat CBT dan MBSR diberikan dalam delapan kelompok setiap dua jam mingguan. Perawatan biasa termasuk perawatan lain apa pun, jika ada, yang diterima peserta. Usia rata-rata peserta adalah 49 tahun dengan durasi rata-rata sakit punggung adalah 7,3 tahun.