Manusia Silver Sering Dikira Mabuk karena Matanya Merah, Ini Faktanya!

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Senin 08 Februari 2021 04:50 WIB
Manusia silver (Foto: The Guardian)
Share :

Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial Jakarta Pusat, Ngapuli Peranginangin menyatakan, kehadiran manusia silver itu adalah salah satu ciri pandemi yang paling mencolok.

Karena wabah tersebut mengganggu aktivitas bisnis di Indonesia, 2,67 juta orang kehilangan pekerjaan menurut Badan Pusat Statistik (BPS), menjadikan tingkat pengangguran naik menjadi 7,07 persen pada Agustus 2020, level tertinggi sejak 2011.

"Manusia silver ini mulai bermunculan di jalanan setelah pandemi. Kami belum pernah melihat mereka sebelumnya," kata Ngapuli. Sebelumnya, jumlah manusia silver terus berkurang setelah polisi melakukan penggerebekan untuk 'membereskan segalanya'.

Ngapuli melanjutkan, tak jarang polisi menemukan anak-anak menjadi manusia silver. Mereka melakukan hal tersebut atas dasar sendiri, supaya punya uang jajan kebanyakan alasannya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Mike Verawati mengatakan, anak-anak bergabung jadi manusia silver itu bukan karena kemauan mereka sendiri, tapi ada yang mengorganisir yaitu orang dewasa. "Ini eksploitasi anak," tegasnya.

Dia menegaskan, pemerintah harus bekerja sama dengan kelompok masyarakat untuk membuat program bagi anak-anak muda agar mereka tetap bisa belajar dan aktif selama pandemi, meski tidak bisa sekolah.

"Pemerintah harus ikut campur dalam situasi ini agar anak-anak tidak kembali ke jalan," saran Vera.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya