Selain itu, Renatta juga punya alasan khusus mengapa ia enggan menghilang luka bakar tersebut. Menurutnya, luka itu menjadi salah satu pengingat bahwa ia pernah mengalami pelajaran hidup yang sangat berharga.
"Gue setiap ngeliat luka ini jadi inget, kalau gue telah melalui pelajaran hidup yang sangat berharga. Bukan kebakarnya, tapi lebih ke pengalaman gue di rumah sakit selama 3 bulan," kata Renatta.
"Kanan kiri depan belakang itu korban luka bakar semua. Itu membuat gue sangat bersyukur dengan keadaan gue. Di depan gue ada ibu-ibu yang terbakar satu badan, jadi kaya mumi harus disuapin setiap hari. Ada yang nangis dia baru tunangan tapi langsung di tinggal calon suami," tandasnya.
(Helmi Ade Saputra)