DUA pramugari ‘hilang’ saat layover selama 6 bulan terakhir. Hal ini membuat salah satu maskapai penerbangan menyatakan akan menyita paspor awak kabin selama singgah.
Pakistan Internasional Airlines (PIA) mengeluarkan ultimatum tersebut setelah seorang anggota awaknya tidak hadir untuk perjalanan pulang-pergi dari Lahore ke Toronto pada akhir pekan.
Awak kabin yang tidak disebutkan namanya berasal dari Islamabad. Ia bertugas di penerbangan PK798 yang dijadwalkan mendarat pada 29 Januari. Namun, awak kabin tersebut tidak pernah muncul untuk penerbangan kembalinya ke Pakistan.
Baca Juga: Cerita Seram Mantan Pramugari di Dapur Pesawat, Kehadiran Sosok Misterius Berseragam
Pada Juli 2020 lalu insiden serupa juga terjadi pada maskapai penerbangan Pakistan ini. Seorang pramugari PIA (Pakistan Internasional Airlines) yang diketahui bernama Yasir hilang dari hotel saat singgah di Toronto.
Yasir sempat dihubungi oleh pihak maskapai penerbangan. Ia lantas memberi tahu bahwa dia akan tinggal di kota lain, sebelum memutus kontak dengan tempatnya bekerja.
“Pihak berwenang telah melakukan penyelidikan atas masalah tersebut dan tindakan akan diambil terhadap pramugari Yasir,” PIA menjelaskan seperti yang dikutip dari laman The Independent.
Setelah insiden terakhir, manajer umum layanan penerbangan maskapai, Aamir Bashir, mengatakan kepada situs berita Pakistan Dawn bahwa langkah-langkah telah diambil sehubungan dengan insiden staf kabin yang menyelinap pergi.
Seorang juru bicara maskapai penerbangan mengonfirmasi bahwa ada dua insiden awak yang melarikan diri di Kanada baru-baru ini. Kasus tersebut telah diserahkan kepada otoritas imigrasi Kanada setelah karyawan PIA tidak hadir untuk penerbangan pulang mereka.
Baca Juga: Rindu Grislend Gloria, Keluarga Mimpikan sang Pramugari Pulang Pakai Baju Putih
Sebagaimana email staf yang dilihat oleh Dawn, pihak maskapai menguraikan bahwa ada pedoman baru yang mengharuskan manajer stasiun menyita paspor awak kabin setelah mereka melewati imigrasi dan bea cukai. Paspor tersebut akan disimpan dan baru dikembalikan ketika check-in untuk penerbangan mereka selanjutnya.
Staf hotel juga diberitahu untuk menginformasikan PIA jika ada anggota kru yang tidak check-in. Peraturan ini diberlakukan dalam rangka meningkatkan keamanan akomodasi kru selama singgah.
(Dewi Kurniasari)