Ketua Satgas IDI Setuju Tes Air Liur untuk Diagnosis Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Selasa 02 Februari 2021 15:12 WIB
Pandemi virus corona (Foto: Oddity)
Share :

Tes air liur atau Covid sativa test menjadi isu hangat sekarang. Bahkan tes ini disebut bisa mengganti PCR untuk mendiagnosis Covid-19.

Tes sativa atau tes air liur adalah tindakan medis tanpa memasukkan alat ke dalam rongga tubuh manusia. Istilah kerennya disebut dengan 'non-invasive'.

 

Tes sativa diketahui hanya memerlukan sedikit sampel air liur. Jauh berbeda dibandingkan dengan swab nasofaring (NP). Ya, metode NP memutuhkan Q-tip panjang yang dimasukkan ke dalam lubang hidung lalu diputar.

"Q-tip adalah sebutan untuk 'cotton bud'. Kata itu umum dipakai dalam pembicaraan orang Amerika Serikat," terang Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban di Twitter pribadinya, Selasa (2/2/2021).

Nah, karena cuma butuh sedikit sampel air liur, maka itu berefek pada kebutuhan waktu tesnya. "Ya, jadi proses testingnya amat cepat," katanya. Bahkan, tes hanya butuh waktu satu menit.

Lalu, apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan sampel? Pada dasarnya orang diminta untuk meludah ke dalam wadah kecil saja. Sampel pun didapatkan.

Tes sativa atau air liur ini juga dinilai menjanjikan bukan hanya karena waktu tes yang singkat, tapi juga karena secara teknis tindakan di laboratoriumnya pun dipersempit.

Ya, pada tes NP, setelah sampel lendir dikumpulkan, RNA virusnya harus diekstraksi sebelum dapat dideteksi. Waktu ekstraksi RNA biasanya cukup lama. "Beda dengan tes air liur. Pada tes sativa, pengujian Covid-19 tak memerlukan langkah ekstraksi, tapi diganti dengan penambahan enzim yang dipanaskan," kata Prof Zubairi.

Proses penambahan enzim yang dipanaskan relatif sebentar. "Dari berbagai literatur, didapati bahwa tes berbasis air liur ini dapat melakukan tes sekitar 90 sampel dalam waktu kurang dari tiga jam," paparnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya