WARGA Inggris di Myanmar telah diperingatkan untuk tidak melakukan perjalanan penting melintasi negara Asia setelah kudeta militer di Myanmar.
Keadaan darurat di Myanmar telah diberlakukan setelah tentara mengambil alih kendali pemerintahan dengan menahan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi dan politisi lainnya.
Baca juga: 8 Fakta Unik Myanmar, Negara yang Dilanda Kudeta Militer
Melansir dari Travel Weekly, Selasa (2/2/2021), semua penerbangan internasional di Myanmar telah ditangguhkan paling cepat hingga 28 Februari dan perbatasan darat ditutup.
Pemerintah Inggris mengutuk keadaan darurat yang diberlakukan oleh militer Myanmar, dan penahanan anggota pemerintah sipil dan masyarakat sipil, termasuk penasihat negara Aung San Suu Kyi dan presiden Win Myint.
"Inggris meminta militer untuk menghormati supremasi hukum dan hak asasi manusia, dan membebaskan mereka yang ditahan secara tidak sah," tambah pernyataan pemerintah Inggris.
"Kita perlu melihat berkumpulnya kembali Majelis Nasional secara damai, menghormati hasil pemilihan umum November 2020 dan keinginan yang diungkapkan dari rakyat Myanmar."
Baca juga: 7 Destinasi Wisata Populer di Myanmar, Pagoda hingga Gua Laba-Laba
Kantor Luar Negeri juga mengatakan: “Ada laporan bahwa tokoh-tokoh dalam pemerintahan sipil dan masyarakat sipil telah ditahan oleh militer.
“Kedutaan Besar Inggris mengikuti situasi ini dengan hati-hati dan akan terus memperbarui saran perjalanan.
“Mungkin ada gangguan pada internet, jaringan telepon, dan ATM.
“Anda disarankan untuk tinggal di rumah dan tetap aman.”