Jadi Tren Baru, Sandiaga Uno Bakal Kembangkan Wisata Digital Nomad

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis
Senin 01 Februari 2021 15:00 WIB
Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Instagram/@sandiuno)
Share :

DIGITAL Nomad menjadi tren baru yang semakin digandrungi generasi milenial. Bagaimana tidak, sebagai digital nomad, mereka dapat traveling ke seluruh dunia namun tetap bisa mendapatkan penghasilan.

Istilah digital nomad pun mulai santer terdengar setelah viralnya kasus Kristen Gray, turis asal Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Melalui unggahan di Twitter pribadinya, Kristen mengajak warga asing untuk berbondong-bondong pindah ke Bali karena biaya hidup yang terjangkau dibandingkan negara asalnya.

Selama berada di Indonesia, Kristen memang diketahui bekerja sebagai seorang digital nomad di bidang desain grafis. Selain itu, ia sempat meluncurkan e-book (buku elektronik) untuk menambah penghasilannya.

Baca juga: Sandiaga Uno: Poltekpar Harus Berani Berinovasi

“Menjadi digital nomad adalah segalanya, saya berhasil mengubah bisnis desain grafis saya hingga sukses berjalan,” cuit Kristen Gray dalam akun Twitternya, @kristentootie.

Tren digital nomad rupanya turut menarik perhatian Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno. Ia mengatakan, bila Indonesia bisa mengintegrasikan teknologi dengan potensi pariwisata yang dimilikinya seperti keindahan alam dan kebudayaan, ke depannya digital nomad dapat menjadi pasar yang sangat menjanjikan.

“Sekarang bukan wisatawan mancanegara yang akan kita bidik, tetapi wisatawan Nusantara. Ada 55 juta middle class (kelas menengah) di Indonesia yang selama ini belum kita sentuh. Ini bisa kita garap dengan mengembangkan potensi digital nomad yang sedang digandrungi,” ujarnya.

Baca juga: GWK Bali Ditutup, Begini Respons Menparekraf Sandiaga Uno

Sandiaga kemudian menceritakan pengalamannya bertemu dengan pelaku digital nomad saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah. Ia mengatakan bahwa di Indonesia sendiri sejatinya sudah ada beberapa destinasi yang menjadi favorit para pelaku digital nomad. Mulai dari Bali, Yogyakarta, dan Malang.

“Waktu itu saya ngobrol dengan mereka, dan ternyata rata-rata sudah remote working selama kurang lebih 3 bulan di destinasi masing-masing. This is new potential. Saya sendiri sekarang merasakan sensasi untuk berkantor di Bali. Saya punya kantor kecil tapi view-nya enak banget,” jelas Sandiaga.

Melihat potensi tersebut, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengaku pihaknya akan segera mencari formula guna menarik lebih banyak lagi digital nomad. Salah satunya berkolaborasi dan berinovasi dengan sejumlah stakeholders pariwisata, termasuk politeknik pariwisata (poltekpar).

Baca juga: Menparekraf Gandeng Kadin Kembangkan 5 Destinasi Super Prioritas

“Kita harus mulai berinovasi karena mereka (digital nomad) harus diberikan satu produk wisata dan akses pada sektor ekonomi kreatif. Ini yang kita berikan challenge (tantangan) kepada poltekpar untuk menciptakan keunggulan-keunggulan sehingga perubahan preferensi wisatawan yang sekarang banyak menjadi wisatawan digital nomad, tak hanya bisa kita antisipasi tapi juga fasilitasi,” terangnya.

“Saya juga berharap ke depannya tidak hanya destinasi-destinasi mainstream saja yang dapat disambangi para digital nomad. Desa wisata juga harus jadi destinasi tujuan mereka, selama didukung jaringan interkoneksi yang baik. Ini akan menjadi peluang yang besar dan kita akan terus buat terobosan-terobosan baru,” tutupnya.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya