PULAU Lantigiang masih hangat jadi perhatian netizen, lantaran pulau berpasir ini diduga dijual seharga Rp900 juta. Kegiatan jual beli Pulau Lantigiang tengah didalami oleh Polres Selayar.
Polres Selayar menyebut, warga bernama Syamsu Alam menjual Pulau Lantigiang kepada pengusaha properti wisata, Asdianti. Asdianti disebut menjadi direktur PT Selayar Mandiri Utama dan Takabonerate Dive Resort. Berdasarkan akun media sosial miliknya, ia ternyata juga berkecimpung di dunia properti villa di Bali.
Pada 2016, wanita ini pernah memberi penawaran penyewaan villa di Bali seharga Rp250 juta per tahun dan menawarkan aset villa lain dengan iming-iming uang dollar.
Menanggapi kasus yang tengah viral itu, warga Twitter turut mengeluarkan pendapat mereka tentang penjualan pulau tak berpenghuni tersebut seharga Rp900 juta.
Baca Juga: Selebgram Abdul Kadir Ternyata Hobi Berwisata Religi, Istanbul hingga ke Abu Dhabi
"Harganya aja masih tinggian alphard woiðð" keluh seorang pengguna.
"Kok murah banget pulau di Selayarnya..... gila kali ya yg jual semurah itu," tulis akun @pro_misepjm.
Baca Juga: Viral Pulau Lantigiang Dijual Rp900 Juta, Yuk Intip Keindahannya
"Ya ampun, padahal pulaunya bagus bentuknya kayak piso. Lagian murah banget pulaunya, masih mahalan Tesla hmm," tulis akun @approval_.
"Woi lah di deket rumah gw tanah pinggir jalan, kecil aja sampai 500jt. Ini pulau pribadi cuma 900 jutað Jangan dijual deh, ini kan habitat penyu. Masih kawasan taman wisata nasional atau apa gitu kan.." sahut yang lain.
Pulau yang memiliki pasir putih ini ternyata masuk dalam Taman Nasional Taka Bonerate, taman laut yang memiliki kawasan atol terbesar ketiga di dunia setelah Kwajifein di Kepulauan Marshall dan Suvadiva di Kepulauan Maladewa.
Selain itu, Pulau Lantigiang ini ternyata merupakan habitat penyu, tempat penyu bertelur secara alami dan sebagai cagar alam bagi terumbu karang.
Baca Juga: Punya Potensi Luar Biasa, Pulau Banda Layak Jadi Lokomotif Pariwisata Maluku
"Gila... Habitat penyu dijual? Pemerintah diem nih?" tulis salah satu pengguna.
"Ini masalah bgt sih, apa lg di berita dibilang kalau pulau ini masuk ke wilayah konservasi alam," ungkap @maricha0302.
(Dewi Kurniasari)