Pemberian vaksin Covid-19, baik Sinovac yang sudah digunakan di Indonesia ataupun Pfizer dan Moderna yang masih ditunggu kedatangannya. Sama-sama diatur harus disuntikkan dua kali, alias dua dosis untuk setiap satu orang.
Secara teknis, jika sudah divaksinasi Covid-19 untuk dosis yang pertama, maka sudah dijadwalkan akan menerima vaksin yang kedua dengan interval dari masing-masing jenis vaksin.
Jadi sangat penting, untuk mendapatkan dua dosis vaksinasi ini agar memperoleh perlindungan menyeluruh yang lengkap dari paparan Covid-19. Lalu bagaimana jika vaksinasi dosis yang kedua sampai terlewat atau ditunda?
Mengutip Huffington Post, Jumat (29/1/2021) satu dosis vaksin Pfizer atau Moderna disebutkan tidak akan efektif. Dari data yang dipublikasikan pada Desember, menunjukkan bahwa vaksin Pfizer memperlihatkan efikasi 52% di dosis pertama. Dengan kata lain, dari penelitian ini disimpulkan maka harus dua kali penyuntikan barulah vaksi Pfizer ini mencapai efikasi 95%.
Seperti laporan dari BBC, untuk Moderna sendiri mereka mengklaim setelah vaksinasi dosis pertama vaksin Moderna hanya 80% efektif. Dengan rincian 95% efektif untuk orang kelompok usia 18 sampai 65 tahun, dan 87% efektif untuk orang-orang di atas usia 65 tahun.