PRAMUGARI British Airways terkenal dengan tampilan seragam yang sempurna, tampilan glamour, dan standar layanan pelanggan yang tinggi. Seorang pramugari memiliki tugas yang sangat penting untuk menjaga penumpang mereka selama penerbangan.
Selain memberikan senyuman hangat dan menawarkan minuman teh atau kopi, seorang mantan pramugari maskapai British Airways membagikan pengalamannya tentang satu insiden yang sangat sulit selama perjalanan kariernya kepada Express.
Hayley Bowles telah menjadi pramugari pada saat dirinya berusia 25 tahun dan sangat menyukai pekerjaannya itu di British Airways. Sayangnya, ia dipecat pada 2020 lalu akibat pandemi Covid-19.
Namun saat ini, ia bekerja sebagai Penghubung Rekreasi dan Kesejahteraaan di Pusat Perawatan Lukestone Nellsar di Maidstone. Terkadang, Harley merindukan kegembiraan saat ia terbang tinggi, tetapi ada satu penerbangan yang tidak akan pernah dilakukannya lagi.
"Ada British Airways 777 yang terbakar di landasan pacu di Las Vegas," kata mantan awak kabin itu, sambil mengenang insiden yang terjadi pada 2015. Pada saat itu, ada sebuah pesawat Boeing terbakar saat bersiap akan lepas landas di landasan pacu Bandara Internasional McCarran, Las Vegas, Nevada, AS.
Baca Juga: Istri Okky Bisma Korban Sriwijaya Air Pensiun dari Pramugari?
Ia bercerita, bahwa dirinya sempat berada di pesawat itu sebelum akhirnya lepas landas dan terbakar. "Itu cukup mengejutkan. Saya duduk di sana, menontonnya di berita sambil berpikir, 'Saya baru mendarat tiga jam yang lalu dengan pesawat itu'."
Akibat dari insiden tersebut, 13 orang terluka dari total 159 penumpang.
Hayley dan timnya bertanggung jawab untuk menerbangkan penumpang pulang keesokan harinya. "Itu mungkin penerbangan tersulit sepanjang karier saya," kata Hayley.
"Karena Anda akan berpikir, sehari sebelumnya mereka semua dievakuasi dari pesawat itu dan kemudian mereka kembali naik (dengan maskapai yang sama)," imbuhnya.
Saat itulah, keterampilan layanan pelanggan sangat penting bagi pramugari dan pada momen seperti inilah mereka diuji.
"Itu benar-benar harus mengeluarkan semua keterampilan saya karena setiap penumpang akan memberikan reaksi yang berbeda," jelas Hayley.
Pada penerbangannya kali itu, ia memiliki penumpang yang tidak bisa berbicara, lalu ada penumpang lainnya yang datang dan berlarian ke toilet sambil berteriak, "Saya tidak bisa melakukan ini".
"Seorang wanita yang saya datangi seperti memberikan reaksi, 'Ah, jangan bicara dengan saya' dan saya akan membalas seperti, 'Oke, saya akan meninggalkan Anda sendiri' dan saya hanya berkata kepada suaminya, 'Ada kami di sini. Jika membutuhkan sesuatu, beri tahu kami'," tuturnya.
Hayley melanjutkan bahwa kemudian ada wanita lain yang menangis dan berusaha berbicara dengannya secara pribadi dan Hayley berkata; "Lihat saya. Saya tahu apa yang terjadi kemarin, saja juga memiliki anak di rumah. Kita akan pulang hari ini dan saya tidak berencana untuk tidak pulang," terangnya.
Baca Juga: Travel Bubble Jangan Sampai Picu Gelombang Covid-19 Lebih Besar
Sebagai pramugari, ia harus tahu bagaimana cara berbicara dengan setiap penumpang tentang apa yang sedang mereka butuhkan.
"Beberapa meminta agar saya meninggalkan mereka sendiri, beberapa membutuhkan ketenangan, beberapa ingin tahu nama saya, dan ingin memegang tangan saya," jelasnya.
Ia menambahkan, penerbangan tersebut cukup menarik sebenarnya, namun dirinya tidak ingin melakukannya lagi.
Karena keterampilan layanan kepada pelanggan itulah yang bisa membantu Hayley memahami peran barunya di panti jompo Dimensia Nellsar. "Pada akhirnya tugas saya adalah berbicara dengan keluarga," ucap Hayley.
"Bertahun-tahun saya berbicara dalam penerbangan. saya pikir karena itulah saya telah benar-benar menempatkan diri saya pada posisi yang baik karena kemampuan saya untuk membangun hubungan dengan seseorang dengan sangat cepat, membaca seseorang, dan mengetahui apa yang mereka butuhkan," lanjut dia.
Baca Juga:Pramugari Aldha Refa Putuskan Pensiun, Netizen: Kisahnya Menyayat Hati
Meski pekerjaan barunya sangat jauh dari kemewahan dan keuntungan saat dirinya menjadi pramugari, Hayley menggambarkan pekerjaannya ini sebagai 'hadiah'.
"Sejujurnya saya berpikir, saya tidak akan pernah bisa menemukan pekerjaan lain yang akan memenuhi kepuasan kerja saya. Tetapi yang satu ini, saya melakukannya dengan cara yang sangat berbeda," katanya.
(Dewi Kurniasari)