Jalan-Jalan ke Gunungkidul, Coba Belalang Goreng dan Makanan Ini deh

Fatha Annisa, Jurnalis
Rabu 27 Januari 2021 17:04 WIB
Nasi tiwul. (Foto: Instagram @yessidida)
Share :

Gatot Gunungkidul

 

Sama halnya dengan tiwul, gatot juga berbahan dasar geplek atau singkong yang dikeringkan. Gatot tergolong dalam kudapan ringan khas Gunungkidul yang penyajiannya sederhana, yakni dibungkus dengan daun pisang yang diberi taburan gula pasir dan kelapa parut di atasnya.

Pada umumnya Gatot berwarna hitam, yang dikarenakan oleh fungi dan bakteri saat penjemuran yang terhampar siang dan malam. Meski demikian, fungi dan bakteri ini tidak berbahaya dan hanya dimanfaatkan untuk membantu proses fermentasi pati dan singkong agar terurai oleh enzim sehingga lebih mudah untuk dicerna.

Sego Abang Jirak

 

Di wilayah Gunungkidul yang bercurah hujan rendah dengan jenis tanah berbatu, hanya padi tadah hujan yang dapat tumbuh subur. Sebagian jenis padi tanah hijau tersebut menghasilkan nasi merah yang kemudian diolah menjadi Sego Abang Jirak.

Makanan ini bertekstur lembek dan kaya akan rasa gurih. Sego Abang Jirak juga merupakan masakan khas Gunungkidul yang memiliki kadar protein tinggi karena bahan dasarnya bukan berupa beras putih yang biasanya dominan dengan kandungan karbohidrat.

Baca Juga: Rasakan Sensasi Menyantap Seafood Sambil Nikmati Sunset

Sayur Lombok Ijo

 

Sayur Lombok Ijo terbuat dari bahan dasar seperti santan kelapa, cabai hijau, cabai rawit, kacang panjang, tempe kedelai, dan berbagai rempah dan bahan lainnya. Ciri khas sayur ini adalah kuah yang terbuat dari santan dan rasanya yang pedas. Selain itu, tempe kedelai yang digunakan sebagai pelengkap dibuat dengan cara tradisional, yakni dibungkus dengan menggunakan daun pisang atau daun jati. Masyarakat Gunungkidul kerap kali menyebut Sayur Lombok Ijo dengan nama ‘Jangan Lombok Ijo’.

(Dewi Kurniasari)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya