Miris! Restoran dan Hotel di DIY Terpaksa Jual Properti di Situs Online

, Jurnalis
Senin 25 Januari 2021 11:10 WIB
Ilustrasi. (Foto: Freepik)
Share :

Pihaknya mengharapkan ada solusi dari masalah yang dihadapi pelaku wisata saat ini. Relaksasi yang dulu pernah diterima oleh pihak hotel, dapat dilanjutkan kembali. Seperti pengurangan tarif pajak yang dibebankan ke tamu 10% diharapkan bisa menjadi 5%. Dengan begitu diharapkan tamu tidak keberatan, dan pengelola hotel juga tidak keberatan.

“Kemudian BPJS pegawai kami masih nanggung walaupun dirumahkan. Jadi dilematis yang dulu mencangkan mengikrarkan, ekonomi kesehatan bareng. Sekarang ekonomi kok dikorbankan, pergerakan manusia itu jadi kunci pariwista,” ucapnya.

Dia mengungkapkan selama ini pihaknya melalui Satgas Covid-19 PHRI DIY juga sangat ketat menerapkan protokol pencegahan Covid-19, bagi anggota. Menurtnya pembatasan gerak masyarakat ini tidak menjadi solusi saat ini, akan lebih baik menurutnya jika pemerintah tegas untuk menindak pelaku usaha termasuk hotel yang tidak menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

Baca Juga: Baduy Nol Kasus Covid-19, Simak Yuk 7 Keunikannya!

Dilansir dari Harian Jogja, di situs jual beli properti daring. Seperti Lamudi sejumlah hotel memang ditawarkan baik dari non bintang hingga hotel bintang 4 dijual. Harga yang ditawarkan juga beragam, ada yang mencapai ratusan miliar.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardianto Setyo Aji mengatakan dampak pandemi saat ini dirasakan oleh semua industri pariwisata. Harapan industri pariwisata yang sempat kembali naik, menjelang akhir tahun pun kembali turun. “Menjelang akhir tahun itu drop lagi karena kebijakan Antigen itu. Kemudian ini ditambah PSBB Jawa Bali, nanti disusul sudah masuk bulan puasa, jadi ya sangat berat kondisi pariwisata saat ini,” ucap Bobby.

(Dewi Kurniasari)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya