Efek samping vaksin Pfizer dan Moderna ternyata lebih berbahaya dibandingkan Sinovac. Meski, efikasi dua vaksin tersebut di atas Sinovac. Ya, efikasi vaksin Covid-19 Pfizer sebesar 95 persen dan Moderna 94,5 persen. Sedangkan vaksin Sinovac buatan China efikasinya 65,3 persen.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Tangerang dr Tolhas Banjarnahor, SpPD-FINASIM, menjelaskan bahwa efek samping yang dihasilkan Pfizer dan Moderna ada yang berat yaitu hingga penyakit level 3 (hingga membutuhkan perawatan).
"Persentase efek samping level 3 dari vaksin Pfizer itu 1,5 persen dan Moderna sebesar 4, persen. Sementara, vaksin Sinovac hanya memiliki efek samping 0,1 persen (sama dengan efek samping vaksin flu)," ujar dr. Tolhas melalui keterangan resmi yang diterima Okezone, Jumat (22/1/2021).
Artinya, risiko yang ditimbulkan vaksin Sinovac sangat kecil dibandingkan manfaatnya yang dapat menimbulkan herd immunity (kekebalan kelompok). Hal ini yang sedang diincar pemerintah dalam program vaksinasi, yaitu terbentuk herd immunity sebesar 70 persen dari total akumulasi 180juta orang Indonesia yang harus divaksin.
Jadi, apa efek samping vaksin Pfizer dan Moderna yang dinilai cukup berat tersebut?
Secara umum, efek samping yang timbul ialah nyeri di tempat penyuntikan, kemerahan, bengkak, nyeri otot, badan terasa lemah, nyeri kepala, menggigil, dan demam.