Masker sekali pakai atau disposable mask, seperti namanya adalah masker yang bukan ditujukan untuk penggunaan dalam waktu lama. Jadi hanya dipakai sekali lalu dibuang ke tempat sampah.
Tapi tak menampik, untuk lebih menghemat uang, mengurangi sampah, banyak orang yang memakai masker sekali pakai ini lebih dari satu kali alias berulang kali. Bakhkan ada orang yang mencucinya untuk dipakai kembali.
Tindakan ini, bisa menimbulkan risiko kesehatan. Maka tak heran, para pakar kesehatan memperingatkan orang-orang agar tidak memakai masker yang usang, sudah lama tersebut berulang kali.
Mengutip South China Morning Post, Senin (18/1/2021), disebutkan oleh Robert Landsiedel, Vice Chairman Society for Toxicology, Jerman, masker sekali pakai yang telah usang dapat melepaskan lebih banyak serat dibandingkan masker yang baru.
Walau disebutkan serat tersebut umumnya, tidak akan terhirup ke saluran pernapasan yang lebih dalam dan oleh karena itu tidak dapat menimbulkan efek berbahaya di bagian ini. Tapi perlu diingat, masker lama ini bisa mengiritasi kulit, selaput lendir, dan saluran pernapasan bagian atas.
Meski kesimpulan penelitian dari para peneliti yang dipublikasikan tahun 2020 di World Allergy Organisation Journal menyebutkan, masker bedah bisa mempertahankan kemampuannya untuk memfilter partikel virus yang potensial walau dipakai berulang kali.