Meski termasuk dalam kategori wisata berkualitas (quality tourism) dengan segmen pasar yang terbatas, sport tourism digadang-gadang akan menjadi pandemic winner karena dapat memberikan dampak ekonomi yang cukup besar.
"Target pasarnya memang segemented. Tapi sport tourism ini sangat berpotensi untuk menjadi pandemic winner. Menurut data yang kami kumpulkan, potensi ekonominya sekitar 600 juta USD per tahun, atau tumbuh signifikan sebesar 6% per tahun sebelum pandemi Covid-19," ujarnya dalam konferensi pers yang dilakukan secara daring, beberapa waktu lalu.
Selain itu, UNWTO juga menyatakan bahwa sport tourism menyumbang sekitar 25% pemasukkan dari seluruh subsektor di industri perjalanan dan pariwisata. Fakta inilah yang kemudian mendorong Sandiaga Uno untuk serius menggarap potensi sport tourism Indonesia.
Kemenparekraf pun dilaporkan telah menyusun sejumlah strategi terkait pengembangan dan penyelenggaran event sport tourism di Tanah Air. Adapun strategi yang dimaksud antara lain; menyusun Calendar of Event 2021, mengusulkan program-program percepatan dalam kurun waktu 3 bulan ke depan, dan berkolaborasi dengan para stakeholders terkait.
"Kita juga harus identifikasi quick wins di 5 destinasi super prioritas, terutama yang akan dikunjungi dalam waktu dekat ini karena ada yang disebut pandemic fatigue. Banyak masyarakat yang fatigue (lelah) secara 9 bulan lebih harus tinggal di rumah saja," kata Menparekraf Sandiaga Uno.
(Salman Mardira)