Namun terkadang, ada kalanya seseorang berada dalam kondisi fight (melawan) or flight (menghindar). Jika sudah demikian, biasanya mereka akan kesulitan untuk tidur atau beristirahat.
"Maka dari itu, kita harus belajar teknik relaksasi. Tipe relaksasi orang beda-beda. Ada yang yoga, ada yang harus menyalurkan energinya dengan melakukan kegiatan seperti thai boxing atau nonton film horror. Intinya temukan cara supaya kita bisa rileks," kata dr. Natalia.
"Dari situ, kita bisa mengenali diri kita dan mengetahui apa sumber kecemasan kita. Misalnya apakah karena kita suka membaca informasi-informasi di media sosial. Jika benar, mulailah melatih pikiran untuk tetap positif," timpalnya.
Tak kalah penting, dr. Natalia juga menyarankan masyarakat untuk mulai mempelajari kebutuhan dan perilaku orang-orang di sekitarnya seperti rekan kerja atau anggota keluarga.
"Jangan pernah diam saja. Kita harus aktif. Harus kita pelajari kebutuhan mereka apa, sehingga kita bisa berkomunikasi dengan cara yang benar. Sekarang ini kita harus benar-benar aware dengan orang-orang di sekitar agar bisa saling support. Sehingga mereka merasa masih dilibatkan, karena pada dasarnya manusia itu makhluk sosial," tandasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)