Kemenparekraf pun dilaporkan telah menyusun sejumlah strategi terkait pengembangan dan penyelenggaran event sport tourism di Tanah Air. Adapun strategi yang dimaksud antara lain; menyusun Calendar of Event 2021, mengusulkan program-program percepatan dalam kurun waktu 3 bulan ke depan, dan berkolaborasi dengan para stakeholders terkait.
"Kita juga harus identifikasi quick wins di 5 destinasi super prioritas, terutama yang akan dikunjungi dalam waktu dekat ini karena ada yang disebut pandemic fatigue. Banyak masyarakat yang fatigue (lelah) secara 9 bulan lebih harus tinggal di rumah saja," kata Menparekraf Sandiaga Uno.
Baca Juga: Kemenparekraf Kembangkan Sport Tourism, Sandiaga Uno: Kita Kerjakan 3 Bulan ke Depan
"Tapi sekarang sudah ada opsi untuk mereka berwisata dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin, mereka juga bisa hidup sehat melalui kegiatan-kegiatan sport tourism. Dan secara tidak langsung akan menumbuhkan ekosistem dari industri wisata olahraga kita," imbuhnya.
Menparekraf Sandiaga Uno juga menegaskan, penyelenggaraan event wisata olahraga ini nantinya akan dilakukan lebih komprehensif, sehingga dampaknya juga dapat langsung dirasakan masyarakat. Terutama pelaku ekonomi kreatif dan pariwisata yang terpaksa kehilangan mata pencahariannya akibat pandemi Covid-19.
"Kami juga akan menggunakan pengembangan big data, karena digitalisasi dalam penyelenggraan event olahraga wisata ini sangat berkaitan satu sama lain. Sehingga ke depan promosinya bisa lebih targeted dan segmented," tandasnya.
(Dewi Kurniasari)