SINGAPORE Airlines kini melanjutkan penerbangan London-Australia, setelah menghentikan penerbangannnya semenjak maraknya virus corona varian baru di Inggris. Namun ada sederet syarat ketat yang mesti dipatuhi dalam penerbangan.
Dilansir dari simpleflying, dua hari sebelum perayaan Natal, Pemerintah Singapura melarang pengunjung jangka pendek dan penumpang transit berada di Inggris. Keputusan tersebut, berlaku pada pukul 11:59. waktu Singapura, Rabu, 23 Desember lalu. Akibatnya, ribuan penumpang pesawat terdampar di luar negeri, dengan pilihan terbatas untuk pulang.
Sekarang, Singapore Airlines melaporkan bahwa mereka telah menerima persetujuan pemerintah untuk mengangkut penumpang dari London Heathrow ke Sydney dan Auckland melalui bandara Singapore Changi.
Menurut Sydney Morning Herald, Singapura telah mencabut larangan bagi pengunjung yang transit melalui Bandara Changi dari Inggris.
Baca Juga: Pulihkan Wisata Bali, Pekerja Pariwisata Berharap Dapat Vaksin Covid-19
Hal ini terjadi selama lebih dari seminggu, setelah pemerintah memutuskan untuk memblokir siapapun dari Inggris, karena temuan virus corona baru yang terdeteksi di negara itu.
Juru bicara Singapore Airlines mengonfirmasi bahwa persetujuan pemerintah untuk mengangkut penumpang telah diperoleh. Maskapai ini sekarang dapat mengangkut penumpang dari Bandara Heathrow London ke Sydney dan Auckland melalui Bandara Changi Singapura, dengan pembatasan khusus.
Persetujuan untuk mengoperasikan layanan seperti London-Singapura-Sydney akan datang dengan batasan khusus. Penumpang yang terhubung ke Australia harus tetap berada di dalam pesawat selama berada di darat saat di Singapura. Menurut Stuff publikasi Kiwi, aturan ini berlaku untuk transit melalui Auckland juga.