3. Jenang Gempol Bu Santo
Jenang Gempol adalah kuliner khas Yogyakarta yang terbuat dari tepung beras. Variasinya macam macam, ada yang berbentuk bubur sumsum, ada yang dibentuk bulat-bulat kemudian disiram dengan kuah santan. Rasanya yang gurih dan manis benar-benar menggugah selera.
Di Yogyakarta, Anda bisa menemukan jenang gempol ini di Pasar Pathuk Jogja. Di sana terdapat berbagai macam jenis jenang gempol yang dapat Anda pesan. Harga per mangkuknya hanya Rp5.000 saja. Teksturnya yang lumayan mengenyangkan cocok untuk dijadikan sarapan di pagi hari. Jenang Gempol Bu Santo buka mulai dari jam 06.00 WIB hingga habis.
4. Kipo
(Foto: Instagram iqbal_kautsar)
Kipo merupakan jajanan tradisional asli Kotagede yang menjadi menu takjil untuk buka puasa. Di hari biasa, Kipo dijual pada pagi hari utamanya di Pasar Legi Kotagede.
Kipo terbuat dari adonan tepung beras dan tepung ketan sebagai kulit luarnya. Di dalam kulit tersebut terdapat isi yang dinamakan enten-enten yang terbuat dari parutan kelapa muda yang dicampur dengan gula Jawa. Terkadang diberi aroma nangka untuk lebih memanjakan lidah. Warna hijaunya alami berasal dari pandan. Kemudian, dimasak dengan dipanggang lalu disajikan di atas daun pisang.
Rasanya sangat khas, empuk,sedikit manis, dan ada sedikit aroma panggang/bakar nya. Makanan ini dikenal sejak 1980-an. Jika anda berkunjung ke Kotagede, jangan lupa untuk membeli camilan tradisional ini karena selain bentuknya yang imut, rasanya juga sangat enak.
Baca Juga: Itinerary Libur Akhir Tahun di Yogyakarta ala Nindy Ayunda
5. Wedang Uwuh
Kuliner selain makanan, ada juga minumannya yang tidak kalah menarik. Minuman berwarna merah ini dinamakan wedang uwuh karena menggunakan bahan-bahan yang berupa dedaunan mirip dengan sampah. Uwuh dalam Bahasa Jawa berarti sampah. Wedang uwuh disajikan panas atau hangat memiliki rasa manis dan pedas. Asal Wedang uwuh ini dari Imogiri, Yogyakarta. Minuman yang berisi rempah-rempah ini sangat pas untuk menghangatkan dan menyegarkan tubuh. Wedang uwuh juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.
Kayu secang yang terdapat dalam wedang uwuh berfungsi sebagai antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas. Herba ini juga sangat baik untuk melancarkan peredaran darah dan melegakan pernapasan, bahkan bermanfaat sebagai antikanker. Dalam wedang uwuh, kayu secang biasanya disajikan dalam bentuk yang sudah diserut menjadi tipis. Kayu secang memberikan warna merah pada wedangnya.
Di Yogyakarta, tempat terbaik untuk menikmati wedang uwuh yaitu di First Uwuh Imogiri tepatnya di Jalan Bridgen Katamso dan di Wedang Uwuh Jogja yang terletak di Jalan Mawar.
(Dewi Kurniasari)