Jangan Sampai Kurang Gerak Fisik Ya, Ini Lho Bahayanya

Antara, Jurnalis
Rabu 30 Desember 2020 14:02 WIB
Ilustrasi kurang gerak fisik. (Foto: Karlyukav/Freepik)
Share :

KURANG gerak fisik adalah salah satu masalah yang muncul di masa pandemi covid-19 ini. Pasalnya, masyarakat dianjurkan lebih banyak berada di rumah saja dan kurang aktivitas di luar.

Berkurangnya aktivitas di luar rumah ternyata bisa jadi berdampak pada kesehatan, apalagi jika tubuh terlalu lama kurang gerak fisik.

Perilaku kurang gerak atau sedentary sendiri sudah ada jauh sebelum pandemi virus corona melanda dunia. Jumlahnya diperkirakan meningkat karena situasi karantina wilayah di berbagai negara, termasuk Indonesia.

"Kalau dilakukan dalam waktu yang lama, waktu yang panjang, bisa menjadi gaya hidup," kata dokter spesialis kedokteran olahraga Sophia Hage, seperti dikutip dari Antara, Rabu (30/12/2020).

Baca juga: Epidemiolog: Covid-19 Jenis Baru Lebih Mudah Serang Anak-Anak 

Perilaku kurang gerak atau sedentary merupakan segala kegiatan di luar waktu tidur, yang hanya memerlukan sedikit energi, misalnya duduk dan menonton televisi.

Aktivitas yang tergolong sedentary bahkan menghabiskan energi lebih sedikit dibandingkan aktivitas ringan, seperti berdiri dan jalan kaki.

Perilaku kurang gerak ini akan menjadi kebiasaan atau gaya hidup setelah dilakukan selama enam jam atau lebih dalam durasi yang lama.

Pun sedentary lifestyle, juga bisa terjadi pada siapa saja, termasuk orang-orang yang rutin berolahraga setiap hari, jika kegiatannya banyak dihabiskan duduk di depan komputer.

Baca juga: Ampuhkah Vaksin Covid-19 yang Ada Lawan Virus Jenis Baru? 

Sophia mengutip data dari survei IFLS dan jurnal ilmiah The Lancet Global Health, populasi di Indonesia yang tergolong kurang aktivitas fisik pada 2007 berjumlah 19,9 persen, naik menjadi 30 persen pada 2016.

Dia juga mengutip Riset Kesehatan Dasar bahwa pada 2018 terdapat 33,5 persen populasi yang kurang aktivitas fisik pada 2018.

Sementara populasi global terdapat 27,5 persen yang kekurangan aktivitas fisik pada 2018. Dari populasi tersebut, perempuan lebih banyak kurang gerak (28,6 persen) dibandingkan laki-laki (23,4 persen).

Kekurangan aktivitas fisik tentu akan berdampak pada kesehatan individu, jangka pendek, misalnya mengalami nyeri punggung bagian bawah dan radang otot. Dalam jangka panjang, kurang gerak bisa menyebabkan ostheoporosis dan ostheoarthritis.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya