Dia menambahkan, ketika melakukan telemedicine, dokter akan dapat menilai seberapa perlu pasien untuk datang ke rumah sakit. Jika bisa dinilai melalui virtual saja, maka dokter dapat memberikan terapinya tanpa pasien harus bertemu.
Lalu obat dapat dikirim ke rumah pasien melalui antaran khusus. Namun bila pasien membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut atau perawatan khusus atau rawat inap, maka pasien diminta untuk ke rumah sakit.
Protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan) juga sangat diperlukan. Sehingga, kenyamanan tetap terjamin saat berada di rumah sakit.
Taryudi juga yakin bahwa telemedicine juga menjamin keamanan dan kenyamanan pasien selama berobat. "Cara ini memungkinkan penularan virus Covid-19 dapat diminimalisir penyebarannya," pungkasnya.
(Helmi Ade Saputra)