MESKI rumah sakit menjadi pusat penyebaran virus corona paling rawan, bukan berarti Anda tak bisa berkonsultasi ke dokter saat sakit. Telemedicine disosialisasikan sejak awal penyebaran Covid-19.
Telemedicine justru memudahkan pasien karena tak perlu keluar rumah jika ingin berobat. Namun tak banyak orang paham dengan arti telemedicine. Seperti apa ya penjelasannya?
Dikatakan Perwakilan RS Premier Jatinegara Taryudi Sarta, SKM, MM, di masa pandemi ini, rumah sakit tetap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Tidak saja melalui pemeriksaan fisik langsung di rumah sakit, tetapi juga menyediakan telehealth atau telemedicine.
"Telemedicine membuat pasien bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis sesuai bidang keahliannya melalui interaktif secara virtual," ujarnya lewat keterangan resminya.
Dia menambahkan, ketika melakukan telemedicine, dokter akan dapat menilai seberapa perlu pasien untuk datang ke rumah sakit. Jika bisa dinilai melalui virtual saja, maka dokter dapat memberikan terapinya tanpa pasien harus bertemu.
Lalu obat dapat dikirim ke rumah pasien melalui antaran khusus. Namun bila pasien membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut atau perawatan khusus atau rawat inap, maka pasien diminta untuk ke rumah sakit.
Protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan) juga sangat diperlukan. Sehingga, kenyamanan tetap terjamin saat berada di rumah sakit.
Taryudi juga yakin bahwa telemedicine juga menjamin keamanan dan kenyamanan pasien selama berobat. "Cara ini memungkinkan penularan virus Covid-19 dapat diminimalisir penyebarannya," pungkasnya.
(Helmi Ade Saputra)