5 Hidangan Wajib Keluarga Batak saat Merayakan Tahun Baru

Ersa Ambarita, Jurnalis
Rabu 30 Desember 2020 11:05 WIB
Sasagun, makanan tradisional khas Suku Batak, Sumut (Foto: Instagram/@triomarpaung)
Share :

MOMEN pergantian tahun menuju 2021 hanya tinggal menghitung hari. Setiap daerah memiliki cara dan gaya tersendiri untuk merayakan pergantian tahun. Seperti mengabadikan momen kebersamaan bersama keluarga dan tetangga, atau bertukar cerita sambil menjajal masakan yang sudah dimasak sebelum hari perayaan tiba.

Di Sumatra Utara, khususnya bagi suku Batak, ada beberapa jenis masakan yang wajib dihidangkan ketika menyambut tahun baru. Beberapa di antaranya bahkan menjadi buah tangan yang tak boleh dilewatkan ketika seseorang melakukan kunjungan. Berikut 5 hidangan kuliner wajib yang ada di keluarga Batak saat merayakan tahun baru sebagaimana dirangkum Okezone.

Kembang Goyang

Bagi keluarga Batak, kembang goyang atau kembang layang adalah salah satu kue yang tidak boleh dilewatkan saat merayakan acara Natal dan tahun baru. Tidak hanya tampilannya yang menarik, dalam pembuatannya, kue ini memerlukan keuletan khusus. Di mana kue ini minimal harus dimasak oleh 2 orang.

Baca juga: Wisata Kuliner di Medan, Ini 10 Makanan Halal dan Lezat Harus Dicoba

(Foto: Instagram/@kembanggoyang.id)

Satu orang akan bertugas mencelupkan adonan ke kuali, dan satu orang lagi memastikan kembang layang masak dengan merata. Uniknya lagi, tepung beras sebagai bahan utama pembuatan kue akan digiling secara tradisional yang kemudian dicampurkan dengan telur, gula, santan, dan pewarna. Untuk mendapatkan hasil yang gurih dan lezat, semua bahan masakan ini harus disesuaikan dengan takaran beras yang digunakan.

Kacang Tojin

Kacang tojin atau kacang tojen juga menjadi camilan khusus yang dirindukan saat pesta tahun baru dirayakan. Rasanya yang gurih dan wangi membuat menu ini menjadi favorit yang sering dicari.

Sementara itu, dalam olahannya, kacang yang sudah dibersihkan awalnya direbus dan kulit halus kacang dilepaskan kembali. Setelah itu, kacang dicampurkan dengan garam dan bawang.

Langkah terakhir adalah menggoreng kacang tersebut sampai menghasilkan wangi dan rasa yang nikmat. Menariknya, di beberapa desa di Sumatra Utara, seperti di Kabupaten Simalungun akan memasak makanan ini bersama dengan para tetangga sambil bercengkrama.

Dodol

Ketika kembali ke kampung halaman, dodol merupakan makanan istimewa yang paling sering dicari. Meski pembuatannya sama dengan pembuatan pada umumnya, namun dodol khas Batak di beberapa daerah identik dibuat ramai-ramai dengan warga.

(Foto: Instagram/@kariwamegumi)

Kayu bakar yang digunakan untuk memasak pun akan dicari dengan tetap saling bergotong royong. Sedangkan dalam pengolahannya, memasak dodol membutuhkan waktu berjam-jam. Karena itu diperlukan tenaga yang ekstra untuk mengaduk dodol yang porsinya cukup besar.

Sasagun

Sasagun terbuat dari bahan beras yang digiling menggunakan alat tradisional yang kemudian akan dicampur dengan kelapa muda. Untuk proses memasaknya, sasagun perlu disangrai atau dimasak tanpa minyak. Tanda jika sasagun sudah masak adalah memiliki bunyi yang gurih pada setiap butirnya.

Dengan bentukan seperti pasir halus, sasagun akan kian nikmat jika dicampurkan dengan gula. Untuk sekadar informasi, biasanya saat menyantap makanan ini, seseorang dianjurkan tidak berbicara dengan satu sama lain sampai sasagun habis dimakan.

Sirup Markisa

Yang tak kalah populer di masyarakat Batak adalah menikmati semua kudapan dengan sirup markisa. Minuman ini merupakan salah satu oleh-oleh khas Sumatra Utara yang selalu ramai diburu.

(Foto: Instagram/@markisaasli)

Di samping rasanya yang manis dan menyegarkan, sirup markisa pohon pinang sudah menjadi minuman legendaris yang selalu disajikan atau diberikan saat para tamu berkunjung ke rumah.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya