LIBURAN akhir tahun memang cukup menarik untuk dihabiskan bersama keluarga atau mungkin teman-teman Anda. Nah, beberapa orang yang ingin merayakan tahun baru mungkin bekerja ekstra.
Tapi, bekerja untuk menebus libur akhir tahun bisa membuat Anda yang tetap harus bekerja mengalami burnout. Burnout adalah kondisi seseorang merasakan stres disebabkan oleh tekanan psikologisnya.
Melansir Highend, tekanan psikologis tersebut dapat ditemukan secara beragam, seperti banyaknya tenggat waktu pekerjaan, menumpuknya tugas-tugas sekolah, kewajiban organisasi, dan masih banyak lagi.
Seseorang dapat dikatakan burnout jika dirinya tidak bersemangat untuk bekerja, ia akan merasa energinya begitu terkuras dan tidak memiliki semangat untuk menyelesaikan pekerjaannya. Seorang burnout juga akan terlihat melalui kualitas kerjanya, dikarenakan kinerja yang menurun.
Selain perihal kinerja, secara psikolog orang yang mengalami burnout akan mudah terpancing amarah, bahkan bukan hanya soal pekerjaan, melainkan bisa saja terkait hal lain.
Ketika Anda merasakan hal-hal di atas, Anda memperkecil kemungkinannya dengan cara mencari tahu penyebabnya sendiri, selain itu Anda bisa mulai menjaga keseimbangan hidup dengan cara membuat batasan waktu antara bekerja dan menjalani kehidupan pribadi.
Selain itu, Anda dapat mengatur ekspektasi pekerjaan menjadi realistis, jika pekerjaan Anda terlalu overload, sampaikanlah kondisi Anda kepada rekan atau atasan Anda.
Burnout ini dapat dialami dan dihadapi oleh siapa pun. Tidak ada tolak ukur atau syarat tertentu untuk seseorang bisa mengalami burnout. Orang yang bisa dikatakan berpengalaman dalam hal apapun tetap bisa mengalami burnout ketika tekanan yang ia terima melebihi batas kemampuannya.
Memang berat ketika mendapatkan banyak tanggung jawab yang perlu diselesaikan. Namun, jika hal tersebut sampai membuat burnout dan menganggu produktivitas dan Kesehatan kita sendiri, maka sudah waktunya Anda untuk perlu lebih perhatian, pada diri sendiri.
Ingin tahu lebih lanjut tentang first class Lifestyle, silakan klik HighEnd-Magazine.
(Martin Bagya Kertiyasa)