Duh, Turis Inggris Kabur saat Isolasi Diri Covid-19

Ersa Ambarita, Jurnalis
Senin 28 Desember 2020 12:48 WIB
Ilustrasi. (Foto: Freepik)
Share :

RATUSAN turis Inggris yang seharusnya melakukan isolasi diri di Resor Ski Verbier, Swiss, dilaporkan melarikan diri. Kejadian ini diketahui ketika para penjaga hotel melihat baki makanan yang disajikan tidak disentuh sama sekali oleh mereka.

Dilansir dari laman Hindustan Times, sekitar 200 hingga 420 pelancong meninggalkan tempat karantina pada hari Sabtu dan Minggu. Mereka didapati pergi menuju perbatasan Prancis pada malam hari. Hingga sejauh ini hanya tersisa 12 orang wisatawan yang bertahan di kamar hotel Pegunungan Alpen.

“Kami tidak bisa menyalahkan mereka. Dalam banyak kasus, karantina tidak dapat dipertahankan. Bayangkan empat orang tinggal di kamar hotel seluas 20 meter persegi. Kami memahami kemarahan mereka,” kata juru bicara kotamadya Bagnes, Swiss, Jean-Marc Sandoz.

Baca Juga: Remaja Perempuan Ini Dilarang Terbang oleh 3 Maskapai Gegara Bercanda di TikTok

Sebelumnya sejak 20 Desember 2020, Swiss telah menutup pintu penerbangan dari dan ke Inggris. Hal ini dilakukan karena ditemukannya varian baru virus corona dari negara tersebut. Selain itu, penemuan dua kasus strain virus baru membuat pemerintah Swiss memperketat aturan kunjungan.

“Virus corona tidak membiarkan kita pergi selama liburan ini. Situasinya tetap kritis. Itulah mengapa langkah-langkah yang lebih ketat telah diputuskan. Kami sekarang membutuhkan seluruh Swiss,” kata presiden konfederasi Swiss, Simonetta Sommaruga, dalam keterangan resminya.

 

Sedangkan wisatawan yang lebih awal berkunjung ke Swiss, maka diminta melakukan karantina wajib selama 10 hari. Peraturan ini berlaku untuk semua ratusan turis dari Inggris yang menghabiskan hari Natal dan liburan Tahun Baru di Verbier atau London Kecil.

Baca Juga: Percepat Pembangunan 5 Destinasi Super Prioritas, Sandiaga Diminta Luhut Lakukan Ini

Dalam pemberitaan awak media setempat, Swiss mengalami lonjakan kasus Covid-19 sejak November. Terdapat 5.000 kasus baru dengan 100 kematian setiap hari. Sejumlah fasilitas umum telah ditutup, dimulai dari restoran, bar, tempat olahraga, dan ruang kunjungan budaya.

"Penutupan akan berlangsung hingga 22 Januari karena rumah sakit dan petugas kesehatan telah berada di bawah tekanan ekstrim selama berminggu-minggu dan periode perayaan (hari Natal) meningkatkan risiko peningkatan kasus yang lebih cepat," kata pemerintah Swiss beberapa waktu lalu.

(Dewi Kurniasari)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya