Melansir dari RSCM FKUI, setelah Akmal Taher menjalani wajib kerja di Puskesmas, ia menjalani program pendidikan dokter sepsialis Urologi di FKUI dan lulus sebagai Urolog pada 1988. Lalu, pada 1990 hingga 1992 Prof Akmal menjadi 'research fellow' di Hannover Medical School and Institute for Peptide Research, Jerman.
Gelar Doktor Medikus dan PhD dia raih dari isntitut tersebut pada 1993, sedangkan gelar Doktor Prof Akmal dapat dari FKUI Jakarta di tahun yang sama.
Beberapa tanda penghargaan telah berhasil diraihnya, antara lain; hasil terbaik pada “Riset Unggulan Terpadu” oleh Menteri Riset dan Teknologi (1997), All Star Award Galamedika (1996), Grosshardener Innovationpreis Jerman (1994), dan “Peneliti Muda Terbaik” di Bidang Kesehatan LIPI Indonesia (1993).
Dengan dasar ilmu medis, tentu penunjukkan Prof Akmal Taher sebagai Wakil Menteri Kesehatan diharapkan bisa menjadi bekal yang baik untuk menguatkan Kementerian Kesehatan.
(Helmi Ade Saputra)