Varian tersebut bernama 501.V2 dan telah dikaitkan dalam analisis awal dengan persebaran yang lebih cepat serta jumlah virus yang lebih tinggi ditemukan di swab. Virus corona jenis baru ini belum dikaitkan dengan perbedaan dalam tingkat keparahan penyakit, dan temuan tersebut belum ditinjau oleh ilmuwan lain atau diterbitkan dalam jurnal.
"Ada alasan untuk khawatir bahwa kami memiliki virus yang tampaknya menyebar dengan cepat," ungkap Ketua Komite Penasihat Kementerian Negara untuk Covid-19, dr Salim Abdool Karim, seperti dikutip dari New York Times.
Baca juga: Ini 3 Kelompok Orang yang Sebaiknya Tidak Disuntik Vaksin Covid-19
(Hantoro)