Ini 3 Kelompok Orang yang Sebaiknya Tidak Disuntik Vaksin Covid-19

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis
Minggu 20 Desember 2020 14:37 WIB
Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: Geralt/Pixabay)
Share :

ADA beberapa kelompok orang yang harus menunggu lebih lama untuk menerima vaksin covid-19, termasuk mereka yang memiliki riwayat alergi dengan reaksi parah. Menurut para ahli kesehatan, ada sejumlah alasan yang melatarbelakangi hal tersebut.

Melansir The Strait Times, Minggu (20/12/2020), alergi serius biasanya terjadi pada seseorang sebagai respons terhadap ransangan tertentu seperti sengatan lebah atau obat. Menurut Associte Proffesor Lim Poh Lian, gejalanya mencakup pembengkakan di sekitar mulut, mata, atau wajah, hingga mengalami penurunan tekanan darah.

Baca juga: Hasilkan HIV Positif Palsu, Vaksin Covid-19 Australia Ditinggalkan Peneliti 

Kelompok lain yang dinilai belum siap menerima vaksin covid-19 adalah ibu hamil, anak-anak, dan mereka yang mengalami gangguan sistem imun. Diperlukan uji klinis lebih lanjut untuk memastikan vaksin benar-benar aman disuntikkan ke tubuhnya.

"Setiap orang berhak dan harus mendapatkan vaksin. Tapi yang ingin kami lakukan saat ini adalah memastikan bahwa orang-orang di sekitar mereka divaksinasi dengan baik dan tidak menimbulkan efek samping," kata Prof Lim saat berbicara dalam sebuah webinar yang digelar The Straits Times.

Sejauh ini vaksin covid-19 hanya akan diberikan kepada kelompok paling berisiko seperti petugas kesehatan, pekerja di garis depan, kelompok usia renta, serta mereka yang menderita penyakit penyerta seperti jantung. Kelompok ini dinilai harus mendapatkan prioritas pertama karena uji klinis telah mengeavluasi keamanan dan keampuhan vaksin pada kelompok tersebut.

Baca juga: 2 Dosis Vaksin Covid-19 Oxford Diklaim Ciptakan Respons Kekebalan Terbaik 

Berikut ini Okezone rangkumkan daftar orang yang sebaiknya tidak disuntik vaksin covid-19:

1. Orang dengan reaksi alergi serius

Otoritas Ilmu Kesehatan Singapura telah menyarankan mereka yang memiliki riwayat anafilaksis, atau reaksi alergi serius yang timbul dengan cepat, sebaiknya tidak menerima vaksin sebagai tindakan pencegahan.

Anjuran ini diambil setelah para ahli kesehatan melakukan uji klinis untuk melihat reaksi vaksin pada orang dengan alergi. Hasilnya, reaksi alergi serius atau parah itu tidak hanya terjadi pada suntikan virus corona saja.

"Semua obat berpotensi menyebabkan alergi atau bahkan anafilaksis yang merupakan bentuk lebih serius dengan hipersensitivitas, dan bisa terjadi dalam waktu singkat," kata Profesor Lim.

"Bahkan, seseorang tanpa riwayat alergi sekalipun bisa menunjukkan reaksi serupa, dan kami tetap harus menerapkan langkah-langkah kemanan bila hal itu terjadi," imbuhnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya