Kondisi Bayi Miris, Ibu Hamil Menyesal Tak Pernah USG

Husmilia Nur'Afriza, Jurnalis
Sabtu 19 Desember 2020 17:03 WIB
Ilustrasi bayi baru dilahirkan (Foto : Momjunction)
Share :

Video ibu hamil tengah melahirkan anak pertamanya menggemparkan netizen di jagad maya. Dalam video TikTok tersebut diceritakan sang bayi mungil tersebut terlahir dengan keadaan yang tidak normal.

Jari bayi tersebut belum tumbuh sempurna dan pergelangan tangan yang bengkok. Menurut sang Ibu, keadaan miris bayi mungil ini diakibatkan dari sang ibu yang tidak pernah melakukan USG.

Dia juga menyesal tidak mengonsumsi makanan bergizi seperti yang disarankan dokter. Sang ibu mengaku menyesal selama mengandung tidak mendengarkan saran-saran yang dikatakan dokter. Namun, seberapa pentingkah USG untuk kesehatan bayi?

Baca Juga : Jadwal Lengkap USG yang Ibu Hamil Harus Tahu

Dilansir dari Channel Youtube ‘Gue Sehat’, Menurut dr. Nisa Fathoni, SpOG, IBCLC, Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Halo bayi, USG atau ultrasonografi merupakan alat penunjang medis yang menggunakan gelombang suara. USG menggunakan gelombang listrik lalu diubah menjadi sebuah citra yang menjadi gambar-gambar yang dapat kita amati secara langsung.

Manfaat USG sendiri bermacam-macam sesuai jenisnya. USG 2 dimensi bermanfaat untuk mengetahui letak plasenta, jumlah cairan ketuban, dan sebagai screening kecacatan untuk calon bayi. Selanjutnya adalah USG 3 dimensi, 4 dimensi dan 5 dimensi yang bermanfaat untuk melihat wajah sang calon bayi.

Selain itu, USG jenis ini juga dapat melihat kecacatan calon bayi yang bersifat superfisial. Sedangkan USG Transvaginal merupakan USG yang digunakan untuk program kehamilan, gangguan menstruasi atau gangguan rahim seperti kista atau miom.

USG sangat penting dilakukan untuk keamanan ibu dan bayi yang di dalam kandungan. Kita perlu mengetahui letak kehamilan, apakah terletak di dalam rahim (kehamilan normal) atau terletak di luar (ektopik) yang bisa menyebabkan pendarahan jika kehamilan ektopik tersebut pecah.

USG juga bermanfaat untuk mengetahui jumlah janin, apakah sang ibu memiliki janin tunggal atau janin yang akan melahirkan anak kembar. Selain itu, USG juga bermanfaat untuk mengetahui usia kehamilan dan apakah kehamilan ini disertai dengan penyakit seperti kista atau miom.

dr. Nisa Fathoni juga menekankan agar segera melakukan USG pertama secepatnya atau ketika sang ibu telah mendapat testpack positif. Beliau juga menyarankan agar melakukan USG minimal 4 kali sepanjang kehamilan. 1 kali dilakukan saat trimester pertama, 1 kali saat trimester kedua, dan 2 kali saat trimester ketiga.

Namun, beberapa rekomendasi menyebutkan akan lebih baik jika USG dilakukan satu kali dalam sebulan hingga usia kehamilan mencapai 32 minggu, lalu dua kali dalam sebulan saat kehamilan berusia 32 minggu sampai 36 minggu, dan satu kali dalam satu minggu saat usia kehamilan 36 minggu sampai mendekati proses persalinan.

dr. Nisa juga menegaskan bahwa USG tidak menyebabkan kecacatan pada bayi, justru dengan USG kita dapat mengetahui keadaan dan perkembangan sang calon bayi. Dengan mengetahui perkembangannya, dokter akan mengantisipasi terjadinya efek buruk untuk sang ibu maupun keadaan sang bayi. USG juga tidak menggunakan gelombang radiasi yang berbahaya, melainkan menggunakan gelombang suara.

Kita dapat mengambil pelajaran dari video yang viral tersebut. Periksakan secara rutin kehamilan ke dokter atau ahli kandungan agar kita tahu tumbuh kembang sang calon bayi. Selalu turuti saran atau rekomendasi dokter untuk kesehatan sang ibu dan bayi. Makanlah makanan yang bergizi dan konsultasikan ke dokter apa saja yang boleh atau yang tidak boleh dikonsumsi.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya