Lengkapi Liburan Menyenangkan Di Jatiluwih dengan Mampir ke Museum Subak

Agustina Wulandari , Jurnalis
Kamis 17 Desember 2020 11:59 WIB
Foto: Dok Instagram @Infojatiluwih
Share :

Kabupaten Tabanan terkenal dengan areal persawahan yang luas dan menarik minat para wisatawan untuk berkunjung ke sana. Tabanan juga menghadirkan pesona wisata yang berbeda dengan sentuhan pedesaan, sehingga banyak desa yang dijadikan tujuan wisata bagi para wisatawan yang mencari ketenangan dan nuansa liburan berbeda.

Salah satu desa yang dijadikan tujuan wisata adalah Desa Jatiluwih. Desa Jatiluwih sudah tersohor keunikannya serta menjadi warisan budaya dunia yang diakui UNESCO karena memiliki areal persawahan yang luas dan berada di kaki Gunung Batukaru, sehingga memberikan kesejukan dan kedamaian bagi wisatawan yang menjejakkan kaki di sana. Menariknya, Desa Jatiluwih menawarkan konsep wisata pertanian, dimana para wisatawan bisa melakukan aktivitas pertanian dengan sistem irigasi sawah tradisional masyarakat Bali yang disebut subak. Seru dan tentu bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan ya!

 

Foto: Dok.Instagram @infojatiluwih

Namun, ternyata, Tabanan juga menyimpan sejarah tentang sistem subak yakni sistem irigasi tradisional Bali sendiri yang diabadikan dalam sebuah museum. Museum Subak menyuguhkan wisata yang edukatif dengan memamerkan metode pertanian dan irigasi tradisional di Bali. Museum ini resmi didirikan oleh Gubernur Bali, Prof Ida Bagus Mantra pada Oktober 1981. Kehadiran Museum Subak ini menjadi suatu dukungan terhadap teknologi pertanian Bali.

 

Foto: Dok.wikipedia

Museum Subak menjadi wisata yang edukatif, yang memberikan pendidikan kepada anak-anak untuk mengenal lebih jauh tentang sistem pertanian tradisional Bali ini. Wisatawan bisa melihat koleksi-koleksi peralatan tradisional yang biasa digunakan di area pertanian Subak dan aktivitas para petani yang digambarkan dengan ukiran patung.

Museum Subak ini berada di Kecamatan Kediri, Tabanan. Perjalanan dari Desa Jatiluwih menuju Museum Subak akan memakan waktu sekitar 47 menit dengan berkendara. Jika Anda ingin mengajak buah hati ke sini, Museum Subak buka di hari Senin-Kamis dan Sabtu, dari pukul 7.30 sampai 16.30. sementara itu, pada hari Jumat, museum hanya buka sampai pukul 13.00.

Pastikan selalu menjaga protokol kesehatan dengan menjaga 3 M dalam wisata bijak di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ini, supaya liburan Anda aman dan menyenangkan.

Tertarik menjelajah Tabanan lebih jauh? Yuk, kunjungi Museum Subak. Selain menyaksikan view yang cantik di Tabanan, Anda juga mendapat pengalaman dan pengetahuan baru di sini.

 CM

(Yaomi Suhayatmi)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya