Kabupaten Tabanan terkenal dengan areal persawahan yang luas dan menarik minat para wisatawan untuk berkunjung ke sana. Tabanan juga menghadirkan pesona wisata yang berbeda dengan sentuhan pedesaan, sehingga banyak desa yang dijadikan tujuan wisata bagi para wisatawan yang mencari ketenangan dan nuansa liburan berbeda.
Salah satu desa yang dijadikan tujuan wisata adalah Desa Jatiluwih. Desa Jatiluwih sudah tersohor keunikannya serta menjadi warisan budaya dunia yang diakui UNESCO karena memiliki areal persawahan yang luas dan berada di kaki Gunung Batukaru, sehingga memberikan kesejukan dan kedamaian bagi wisatawan yang menjejakkan kaki di sana. Menariknya, Desa Jatiluwih menawarkan konsep wisata pertanian, dimana para wisatawan bisa melakukan aktivitas pertanian dengan sistem irigasi sawah tradisional masyarakat Bali yang disebut subak. Seru dan tentu bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan ya!
Foto: Dok.Instagram @infojatiluwih
Namun, ternyata, Tabanan juga menyimpan sejarah tentang sistem subak yakni sistem irigasi tradisional Bali sendiri yang diabadikan dalam sebuah museum. Museum Subak menyuguhkan wisata yang edukatif dengan memamerkan metode pertanian dan irigasi tradisional di Bali. Museum ini resmi didirikan oleh Gubernur Bali, Prof Ida Bagus Mantra pada Oktober 1981. Kehadiran Museum Subak ini menjadi suatu dukungan terhadap teknologi pertanian Bali.
Foto: Dok.wikipedia