BERKACA dari kasus anak kecil diturunkan dari pesawat akibat tak memakai masker, orangtua pun harus mencegah agar kasus tersebut tak terjadi pada Anda. Lalu bagimana caranya membujuk si kecil agar mau pakai masker di pesawat ya?
Selama pandemi Covid-19, masker menjadi barang wajib ketika keluar dari rumah. Begitu juga saat pergi liburan naik pesawat atau kendaraan lainnya.
Melihat kebijakan maskapai yang cepat berubah, seorang penggiat dunia traveler membagikan metode khusus agar si kecil tak melepas masker di dalam pesawat.
Berikut caranya, sebagaimana yang dikutip dari New York Times, Rabu (16/12/2020).
Baca Juga: Penerbangan Sepi, Masakapai Ini Tawarkan Troli Kabin ke Rumah
Jangan minta anak menggunakan masker ketika hari penerbangan
Kebanyakan dari orangtua masih belum membiasakan anak untuk menggunakan masker saat berada di luar rumah. Hal ini dapat membuat anak mulai terbiasa untuk tidak menutupi wajahnya. Tina Payne Berson, seorang psikoterapis dan penulis buku anak dalam wawancaranya kepada Sarah, mengungkapan jika balita harus dilatih sebelum hari penerbangan tiba.
“Pertama-tama, jangan menunggu sampai hari penerbangan Anda baru mengenakan masker pada anak Anda yang berusia 2 tahun. Karena otak kita akan terhubung untuk melindungi diri kita (sejak awal), apa pun yang baru dan tidak terasa enak dapat mengaktifkan respons reaktif yang besar,” ujar Berson.
Pendekatan
Metode ini telah ditulis Berson dalam salah satu buku populernya yang berjudul ‘The Whole-Brain Child,’ pengaplikasian langkah ini memerlukan pendekatan yang persuasif dengan meminta anak melihat langsung apa yang terjadi, seperti menunjukkan visual atau gambar orang-orang yang akan terbang (keseluruhan) menggunakan masker. Hal ini akan memacu si anak untuk bertanya, walaupun beberapa dari anak akan tetap menganggap jika penggunaan masker di dalam pesawat tidak membuat nyaman.
Rekomendasikan permainan yang merangkul
Meski tak nyaman dengan penggunaan penutup wajah, cobalah kembali dengan membuat permainan yang merangkul. Ini dapat dimulai dengan menutupi boneka favorit anak dan membeli beberapa jenis penutup wajah yang mengikat di kepala atau yang melingkar di telinga.
“Mereka mungkin bersemangat tentang satu pola tertentu, tetapi pastikan juga untuk memikirkan tentang kecocokan dan bagaimana hal itu diterjemahkan ke dalam pengalaman dan masukan sensorik yang berbeda," kata Berson.
Respon kecemasan anak dengan hal yang positif
Saat kepanikan tiba, Berson menuturkan orangtua perlu menjadi ‘pelabuhan’ yang selalu aman di lingkungan anak.
“Jika anak Anda mengalami kecemasan dan ketergangguan, Anda harus menjadi pelabuhan yang aman. Kita tidak bisa menjadi badai. Semakin kita stres dan cemas dan reaktif, anak-anak kita akan mencerminkan keadaan itu. Alih-alih, rilekskan tubuh Anda, tarik anak Anda mendekat dan fokus untuk memberinya rasa aman,”ujarnya lagi.
Baca Juga: Kenapa Pramugari Harus Berpostur Tinggi? Awak Kabin Cantik Ini Ungkap Alasannya!
Beri hadiah
Meski terdengar tak baik, Berson tetap menjelaskan jika hadiah atau semacamnya ini merupakan faktor yang juga membuat anak dapat menuruti perintah orangtua.
“Saya tahu banyak ahli tidak akan setuju dengan saya untuk menggunakan hadiah atau suap, tetapi ada penelitian yang menunjukkan bahwa hal ini akan membantu mereka dalam memperluas jendela toleransi. Ini memungkinkan anak-anak untuk duduk dalam ketidaknyamanan yang lebih lama (karena terus diberi). Mereka sekarang ini cenderung memiliki motivasi meskipun itu tidak langsung dari dalam dirinya” tukas Berson mengakhiri.
(Dewi Kurniasari)