“Jadi cara ngambilnya itu penting. Kalau ambilnya terlalu cepat dan hanya permukaan luarnya saja, nanti sensitivitas atau kemampuan menemukan virus cenderung lebih rendah. Sebab semua ada tata caranya,” lanjutnya.
Dokter Fajri mengatakan misalnya saat melakukan swab nasofaring (hidung), maka terdapat bagian khusus di mana sampel bisa diambil. Di sini lah keterampilan dan keahlian petugas kesehatan sangat diperlukan.
“Mereka kalau mau ambil ada pelatihannya dulu dan itu susah banget. Mereka butuh sertifikasi yang handal untuk itu. Nah kalau dikerjakan di rumah, bagaimana bisa memastikan kehandalan dan keakuratan dalam proses pengambilan tersebut?” tuntasnya.
(Helmi Ade Saputra)