DINAS Pariwisata Kabupaten Badung, Bali, memberi pelatihan paralayang kepada para pemandu wisata di wilayah tersebut. Langkah ini sebagai upaya untuk mengembangkan sektor sport tourism atau pariwisata berbasis olahraga.
"Di tengah pandemi Covid-19, tentu kami butuh terobosan baru untuk menghidupkan pariwisata dengan olahraga salah satunya melalui olahraga kedirgantaraan ini yaitu paralayang," ujar Sekretaris Dinas Pariwisata, A.A. Yuyun Hanura Enny.
Menurut dia, selama ini wisata paralayang merupakan wahana yang cukup banyak memiliki peminat di Kabupaten Badung bahkan di Indonesia serta luar negeri.
Baca juga: Kemenparekraf Gelar CHSE Experience Sosialisasikan Prokes di Sektor Ekraf
Dengan pelatihan pemandu paralayang itu, pihaknya mendorong wisata olahraga tersebut bisa berjalan di tengah pariwisata Badung maupun Bali yang terdampak pandemi Covid-19 agar dapat bangkit dan kembali bergairah.
"Kami berupaya agar masyarakat lebih mengenal olahraga paralayang dan nantinya olahraga dirgantara paralayang menjadi wisata petualangan sport tourism dan menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali khususnya ke Badung," paparnya.
Yuyun menambahkan, pelaksanaan pelatihan itu juga untuk mengembangkan strategi pembinaan bagi atlet paralayang yang dapat mengantarkan mereka meraih prestasi lebih baik.
"Untuk mencapai suatu prestasi paralayang ini memang perlu adanya sinergi dari berbagai komponen baik di luar yang maupun yang ada di dalam organisasi," ungkapnya.