Selain sebagai sebuah bentuk pengabdian bagi Perguruan Tinggi sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi, program ini juga memberikan kesempatan kepada desa wisata untuk mendapatkan pendampingan sesuai dengan potensi yg dimiliki sehingga dapat berkembang menjadi lebih maju dan mandiri.
Kemenparekraf juga telah mencanangkan target 205 desa wisata mandiri pada tahun 2024. Oleh karena itu, program pendampingan ini membutuhkan kerja sama yang intensif antara pemerintah pusat, pemerintah paerah, perguruan tinggi, industri dan masyarakat desa.
"Besar harapan saya agar program pengembangan bisa terus terlaksana secara konsisten. Desa wisata ini akan menjadi suatu wajah baru, wajah yang segar, dari pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. Kita harus siapkan semuanya dengan baik dan maksimal, karena apa yang sedang kita siapkan ini akan memberi dampak yang sangat luar biasa," kata Wishnutama.
"Dampak tersebut tentu tidak hanya terkait dampak ekonomi, tapi juga dampak besar terhadap upaya pelestarian budaya, sosial, dan lingkungan, yang akan menjadi representasi identitas bangsa Indonesia pada level internasional," tandasnya.
(Rizka Diputra)