Oleh sebab itu dr, Inggrid menyarankan para pasien untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokternya masing-masing. Sebab yang ditakuti adalah adanya interaksi. Apabila misalnya herbal dan obat sama-sama bisa menurunkan gula darah, maka harus dicari perannya secara optimal.
“Kita juga harus selalu waspada terutama bagi pasien yang mengonsumsi pengencer darah. Ketika seseorang mengonsumsi jahe, maka harus konsultasi dengan dokter. Sebab jahe juga berperan untuk mengencerkan darah. Selain itu waktu mengonsumsi herbal dan obat dokter juga harus diperhatikan untuk meminimalisir dampak negatif. Caranya dengan memberi jarak selama 1-2 jam,” tambahnya.
Terkait dengan efektivitas obat kimia dan herbal saat dikonsumsi bersamaan, dr. Inggris menjelaskan bahwa pengetahuan pasien dan komunikasi yang baik dengan dokter memegang peranan yang sangat penting.
“Jangan sampai kita konsumsi obat kimia digabung dengan herbal yang memiliki mekanisme yang berlawanan. Misalnya orang diabetes berobat ke gizi klinik dan mendapatkan resep untuk menangangi obesitasnya. Kalau kita mengonsumsi obat yang meningkatkan nafsu makan maka akan kontraindikatif,” tuntasnya.
(Helmi Ade Saputra)