Hal senada juga diungkapkan oleh DR. Pindi Setiawan M.Si, Perwakilan FRSD ITB dan juga sebagai penemu gambar cadas Sangkulirang. Menurutnya kegiatan FGD ini sangat penting untuk memetakan seperti apa kedepannya kawasan Sangkulirang akan dikembangkan.
Namun ketika berbicara soal pariwisata berkualitas, Pindi mengatakan harus ada upaya dan komitmen berkelanjutan yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta para stakeholders.
“FGD hari ini istilahnya adalah dreaming atau branding. Setelah ini, seharusnya ada kegiatan lanjutan untuk memulai merancang perencanaan (Planning) seperti apa paket-paket wisata yang akan ditawarkan, dan mempersiapkan kebutuhan lainnya termasuk memastikan prosedur keamanan. Kalau sudah dapat formulanya, kita baru bisa ‘booking’ atau mengajak wisatawan untuk berkunjung,” kata Pindi.
“Ketika semuanya sudah siap, wisatawan yang datang otomatis akan puas, dan disinilah unsur satisfying akan tercipta. Mereka kemudian akan travel widely atau mulai menyambangi destinasi-destinasi di sekitarnya. Terakhir mereka juga akan memberikan testimony dan advisory, setidaknya ke keluarga atau ke teman-teman terdekat. Dan itulah syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk mengembangkan pariwisata berkualitas,” tutupnya.
(Dewi Kurniasari)