Pandemi Covid-19 yang sudah berjalan hampir setahun ini berdampak pada hampir seluruh sektor kehidupan. Mulai dari kesehatan, ekonomi, hingga mental masyarakat.
Ketakutan akan ancaman virus, kehilangan pekerjaan, bahkan berjuang melawan Covid-19 bagi para pasien tentu berdampak pada kesehatan mental mereka. Jika tidak pandai mengelola emosi, maka bisa berakibat pada gangguanpeningkatan rasa cemas bahkan depresi.
Menanggapi hal tersebut, psikolog Meity Arianti mengatakan, pandemi telah mengajarkan bagaimana manusia bisa survive. Namun, hal tersebut tergantung dari bagaimana manusia tersebut menyikapinya.
"Kehilangan pekerjaan atau takut terancam virus memang sesuatu yang berat. Akan tetapi kita tetap bisa mengambil hikmah dari pandemi ini, yakni saat ini masyarakat lebih peduli akan kebersihan dan kesehatan," ujar Mei saat dihubungi Okezone belum lama ini.
Mei memberikan contoh tentang masyarakat yang lebih peduli kesehatan, seperti lebih rajin membersihkan rumah dan barang-barang dari debu, lebih sering mencuci tangan, mengonsumsi makanan sehat, berjemur guna mendapatkan vitamin D, dan sebagainya.
Namun merawat kesehatan terlalu ketat juga dapat menimbulkan kecemasan. Oleh karena itu Mei pun memberikan tips untuk mengatasi kecemasan yang dapat berujung pada depresi.