5 Camilan Singkong Ini Selalu Dicari Traveler saat Blusukan ke Pasar

Jaya Wanda Puspa Bekti, Jurnalis
Senin 16 November 2020 15:00 WIB
Ilustrasi. (Foto: Freepik)
Share :

Sawut

Makanan khas Jawa Tengah memang terkenal memiliki cita rasa yang manis, salah satunya adalah Sawut yang merupakan makanan khas Yogyakarta.

Sawut adalah olahan singkong yang paling mudah untuk dibuat daripada olahan singkong lainya.

Cara pembuatanya dengan memarut singkong lalu diberi gula merah dan di kukus hingga menjadi lengket. Setelah selesai, beri taburan kelapa parut kukus agar menambah rasa gurih. Sawut bisa dimakan ketika hangat maupun dingin, karena rasa enaknya tidak berubah.

Makanan ini bisa dengan mudah dibeli tukang jamu keliling, karena biasanya mereka akan menjual makanan khas Yogyakarta ini.

Tiwul

Tiwul merupakan makanan olahan singkong yang berasal dari Gunungkidul, Jawa Tengah, rasa dari tiwul cukup unik dan berbeda dari olahan singkong lain.

Biasanya masyarakat Gunungkidul menjadikan tiwul sebagai pengganti nasi, maka dari itu makanan ini disebut juga nasi tiwul.

Cara membuatnya dengan mengeringkan singkong, kemudian di tumbuk hingga menjadi seperti butiran nasi, lalu kukus dengan menambahkan gula merah agar rasanya lebih manis dan tambahkan kelapa parut kukus ketika sudah matang.

Rasa dari tiwul jika tidak diberi gula akan hambar seperti nasi, namun jika diberi gula akan manis dan lezat. Tiwul banyak dijual oleh tukang jamu keliling.

Baca Juga: Mau Liburan ke Thailand? Ini Syaratnya 

Ketimus

Makanan lezat satu ini siapa yang tidak tahu? Ketimus adalah olahan singkong yang berasal dari Jawa Barat dan biasa dijumpai di acara tertentu, seperti syukuran.

Cara membuatnya pun cukup mudah, parut singkong dan kelapa kemudian diberi tepung tapioka dan gula merah, lalu diuleni dan bungkus menyerupai persegi panjang menggunakan daun pisang kemudian kukus hingga matang.

Rasa dari ketimus sangat manis dan legit, makanan ini bisa dikonsumsi selagi hangat ataupun dingin karena tidak mengubah rasa lezatnya.

Ketimus bisa dijumpai di pasar-pasar tradisional dan acara syukuran, karena orang sunda suka sekali membuat ketimus untuk disuguhkan kepada tamu.

(Dewi Kurniasari)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya