Ini Alasan Jatiluwih, Jadi Destinasi Wajib Liburan di Era New Normal

Fitria Dwi Astuti , Jurnalis
Senin 09 November 2020 10:40 WIB
Foto: Dok (Instagram: InfoJatiluwih)
Share :

JAKARTA- Ingin menikmati suasana pedesaan yang masih tenang, asri, dan alami di pulau Dewata? maka kamu bisa dapatkan dengan berkunjung ke sawah terasering Jatiluwih, Bali. Tempat wisata di Bali bagian barat ini cocok sekali untuk menghilangkan kepenatan dengan suasana perkotaan yang penuh keramaian.

Rasa penat yang kamu rasakan karena aktivitas sehari-hari akan hilang begitu berada di Jatiluwih. Di masa new normal ini para wisatawan tak perlu khawatir untuk berkunjung ke Jatiluwih karena protokol kesehatan disana diterapkan dengan baik.

Seperti yang diungkapkan Nengah Sutirtayasa, Ketua DTW Jatiluwih kepada Okezone bahwa di masa pandemi saat ini Jatiluwih, Tabanan merupaka tempat wisata yang aman untuk dikunjungi karena ketika disana wisatawan, para petani selalu di edukasi tentang protokol kesehatan dan dalam menyambut persiapan new normal bekerja sama dengan masyarakat dalam tahap pengolahan menata kawasan.

“Bentuk edukasi protokol kesehatan ada beberapa yang bekerjasama dengan universitas dan dilapangan karena kita kebanyak masyarakat Jatiluwih sebagai petani sebanyak 448 orang jadi kita selalu memberikan sebuah fasilitas,” ujar Nengah Sutirtayasa.

Objek wisata di Tabanan ini menawarkan panorama hamparan persawahan terasering yang dibuat dan dikelola oleh penduduk asli Tabanan yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan menawarkan konsep pariwisata pertanian meliputi studi wisata yang mendidik pengunjung tentang sawah, subak, dan berbagai kegiatan petani di Jatiluwih seperti; mencangkul, Nampadin (prosesi pembersihan sawah), Ngelampit (membajak sawah), Melasah (menyamakan tanah sawah), Nandur (menanam padi), dll. Kegiatan lain seperti trekking, hiking, dan bersepeda juga bisa dilakukan di daerah desa.

“ Karena di Jatiluwih memiliki terasering seluas 300 hektar dan sangat bagus untuk sport toursim, jadi selama new normal para wisatawan dapat menikmati spot-spot trakking, hikking ke gunung, ada juga bersepeda, argo tourism seperti memetik jeruk dan jambu kristal,” tutur Nengah Sutirtayasa.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya