Untuk mencegah penyebaran virus corona, Pemerintah Arab Saudi sepakat untuk tidak membuka seluruh hotel di negara mereka. Hanya hotel-hotel bintang lima dan yang telah menerapkan protokol kesehatan saja yang diperbolehkan beroperasi.
"Karena adanya karantina ini, program umrahnya jadi sedikit lebih lama yakni 10 hari. Sebelumnya hanya 9 hari. Jadi memang pengeluaran operasional di masa pandemi Covid-19 ini sangat besar," ungkap Ryan.
Tak hanya itu, Ryan mengatakan bahwa pihaknya juga harus menyediakan transportasi tambahan untuk para jamaah sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi.
"Sekarang satu bus itu hanya boleh menbawa 20 jamaah. Dulu kan bisa sampai 40 orang. Kemudian untuk kamar hotel yang tadinya bisa digunakan 4 orang, sekarang hanya 2 orang saja," kata Ryan.
"Lalu ada biaya lain-lain, seperti dokumen PCR, dan dari Saudinya sendiri ada kenaikan pajak yang tadinya 15 % jadi 30%. Jadi sebagian besar dana itu habis buat transportasi dan akomodasi saja," tandasnya.
(Dewi Kurniasari)