Diabetes
Ada dua jenis diabetes dalam dunia kedokteran. Tipe 1 biasanya didiagnosis pada masa kanak-kanak, tetapi juga dapat diketahui di kemudian hari. Diabetes tipe 1 disebabkan oleh kurangnya insulin dalam tubuh. Sementara diabetes tipe 2 ditandai dengan resistensi terhadap insulin dan biasanya terjadi pada usia dewasa.
Insulin mengatur jumlah glukosa dalam tubuh, sehingga berat badan dan nafsu makan seringkali menjadi hal pertama yang terpengaruh. Sebab glukosa adalah sumber bahan bakar utama pada sistem tubuh manusia. Kedua jenis diabetes ini dapat menyebabkan penurunan berat badan, bahkan dengan nafsu makan yang meningkat.
Gejala lain diabetes di antaranya penglihatan kabur, kelelahan serta nafsu makan meningkat, haus dan buang air kecil. Jika mengalami salah satu gejala ini, sebaiknya lekas menghubungi dokter.
Masalah Gastrointestinal
Masalah pada usus bisa menyebabkan tubuh tidak menyerap makanan dengan baik, meskipun mengonsumsinya dalam jumlah banyak. Seseorang bahkan bisa menderita kekurangan gizi dan tidak bisa menambah berat badan. Jenis penyakit ini juga dikenal sebagai ‘sindrom malabsorpsi’.
Beberapa bentuk umum dari jenis penyakit ini adalah sindrom iritasi usus besar, penyakit Crohn, ulkus dan penyakit celiac. Gejala dari penyakit ini dapat berupa darah di tinja, buang air besar yang tidak normal (terlalu banyak atau terlalu sedikit), kelelahan, nyeri di perut, gas, dan kemungkinan penurunan berat badan.
Faktor lainnya
Beberapa obat yang diresepkan dapat meningkatkan metabolisme tubuh seseorang, yang akan berakibat membakar lebih banyak kalori. Masalah kanker, infeksi, dan neurologis dapat memengaruhi berat badan seseorang, biasanya dalam bentuk penurunan berat badan.
Oleh sebab itu, dianjurkan berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Mengetahui apa yang menjadi akar masalah dapat memberi indikasi tentang apa langkah yang akan dilakukan selanjutnya.
(Ahmad Luthfi)