INDONESIA memang kaya akan beragam kuliner tradisional. Setiap daerahnya memiliki kuliner dengan ciri khas tersendiri, mulai dari rasa, bahan, hingga teksturnya. Seperti halnya di lereng Gunung Slamet yang mempunyai makanan khas nasi bronjol.
Nasi bronjol merupakan makanan khas kawasan lereng Gunung Slamet yang dikenal sejak zaman nenek moyang. Makanan khas olahan warga desa ini terbuat dari beras merah dan jagung yang diklaim sehat dan rendah kolesterol.
Lahan jagung yang melimpah membuat masyarakat sekitar lereng Gunung Slamet mencampurkan jagung dengan nasi merah sebagai makanan pokok.
Namun, pengolahan yang memakan waktu lama membuat nasi ini mulai ditinggalkan. Sekarang makanan langka ini kembali diangkat menjadi wisata kuliner.
Penikmat kuliner dapat mencicipi nasi bronjol lengkap dengan lauk pauk, ikan asin, lalapan sayur, petai dan sambal di tempat wisata alam Damaran Forest di daerah Purbalingga. Tepatnya di Warung Bu Mukinah di Jalan Raya Serang, Brobahan, Pengalusan, Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.
Baca juga: 10 Kuliner Khas Indonesia Sering Jadi Santapan Wisatawan, Apa Saja?
Proses pembuatan nasi bronjol yang gurih membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Jagung ditumbuk hingga halus lalu direndam selama tiga hari.
Setelah ditiriskan kemudian dicampur dengan beras merah dan dimasak bersamaan. Lauk pauk berupa sayuran cukup direbus sedangkan ikan asin dan tahu tempe digoreng dengan bumbu.
Anda harus menyantap nasi bronjol saat masih panas. Apalagi dengan suasana sejuk pegunungan di bawah pohon pinus yang rindang. Ini perpaduan yang cocok dan nikmat.
"Rasanya itu gurih, waktu dimakan tuh enggak kayak kita makan nasi biasa aja tapi ada tekstur jagungnya, sambalnya mantap," ujar penikmat nasi bronjol, Dyah Safira Aulia,melansir dari channel YouTube Official iNews SMG, Selasa (3/11/2020).