Jadi, untuk vaksin diartikan sebagai produk yang merangsang sistem kekebalan seseorang untuk menghasilkan kekebalan terhadap penyakit tertentu sekaligus melindungi orang tersebut dari penyakit itu.
Vaksin biasanya diberikan melalui suntikan jarum, tetapi bisa juga diberikan melalui mulut atau disemprotkan ke hidung.
Menurut laporan NPS Medicine Wise, vaksin sering kali mengandung sejumlah kecil virus atau bakteri yang mati atau lemah atau sebagian darinya. Beberapa vaksin mengandung racun tidak aktif yang diproduksi oleh bakteri penyebab penyakit.
Beberapa vaksin perlu diberikan lebih dari satu kali untuk memastikan sistem kekebalan dapat mengatasi infeksi yang nyata di masa depan. Vaksin influenza misalnya, karena bersifat protektif sementara -disebabkan virus yang terus berubah- perlu disuntikan lebih dari sekali.
"Itu kenapa seseorang direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin influenza setiap tahun," terang laporan tersebut.