4. Masjid Ghaudiyah
Masjid Ghaudiyah yang ada pada 1918 ini terbilang sulit ditemukan karena berada di balik gedung pertokoan. Hanya ada plang kecil yang menandakan keberadaannya. Meski demikian masjid ini pelan-pelan telah mengalami renovasi dengan tetap mempertahankan ciri khas India Muslim.
Seolah tidak lekang waktu, tradisi makan besar setiap hari minggu di bulan ramadhan tetap bertahan di masjid ini. Komunitas masjid menyediakan makanan khas India seperti bubur, kari, dan lainnya. Masjid ini selalu aktif dalam kegiatan sosial dan layanan edukasi kepada anak-anak. Lokasi masjid ini ada di Jalan KH Zainul Arifin, Petisah Tengah.
5. Masjid Badiuzzaman
Masjid Badiuzzaman didirikan oleh Raja Sunggal atau Raja Serbanyaman yang bernama Datuk Diraja Badiuzzaman Sri Indra Pahlawan Surbakti pada 1885.
Dalam keunikan pembangunannya, masjid ini tidak menggunakan semen perekat bangunan, melainkan hanya menggunakan putih telur. Hal ini menjadi bukti juang sejarah warga Medan yang melakukan perlawanan terhadap Belanda. Masjid Badiuzzaman terletak di Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.
(Salman Mardira)