Ecobrick Cafe sebenarnya merupakan pengembangan dari bank sampah yang selama ini dikelola oleh Santi. Menurutnya saat ini sudah ada 174 orang yang menjadi nasabahnya.
Santi yang juga selaku owner Ecobrick Cafe ini sengaja mendirikan kafe dengan nuansa sampah dan menggunakan alat pembayaran dari sampah. Karena sebagai edukasi terhadap lingkungan dan merasa prihatin dengan tingkat kesadaran masyarakat akan arti penting mengelola sampah.
"Motivasinya sih mengedukasi untuk pendidikan lingkungan, jadi memang ini bentuk keprihatinan kami, plastik-plastik yang fleksibel yang nggak laku di tukang rongsok ingin kami manfaatkan menjadi sumber daya," tuturnya.
Dengan adanya kafe ini, bukan hanya lingkungan menjadi bersih dari sampah, namun juga badan akan lebih sehat karena suguhan aneka menu dari rempah. Tepat sekali memang terlebih lagi di tengah wabah Covid-19 seperti saat ini.
(Dewi Kurniasari)